Penerimaan Pajak Anjlok Hanya Rp68,5 T per Januari 2021

CNN Indonesia | Selasa, 23/02/2021 18:46 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penerimaan pajak hanya sebesar Rp68,5 triliun pada Januari 2021. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penerimaan pajak hanya sebesar Rp68,5 triliun pada Januari 2021. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penerimaan pajak hanya sebesar Rp68,5 triliun pada Januari 2021. Jumlahnya turun 15,3 persen dari Januari 2020 yang sebesar Rp80,8 triliun.

Sri Mulyani menyatakan penurunan ini utamanya disebabkan dari pajak penghasilan (PPh) migas yang anjlok 19,8 persen dari Rp2,9 triliun menjadi hanya Rp2,3 triliun. Hal ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas.

"Harga dari migas kami bandingkan dengan Januari 2020 lalu, meski sudah di atas asumsi, itu masih di bawah kondisi harga minyak 2020. Jadi memang mengalami penurunan sekitar 19,8 persen," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA, Selasa (23/2).


Kemudian, pajak non migas juga turun 15,2 persen dari Rp77,9 triliun menjadi Rp66,1 triliun. Penerimaan pajak non migas ini terdiri dari PPh non migas sebesar Rp39 triliun, pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar Rp26,3 triliun, pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar Rp100 miliar, dan pajak lainnya Rp600 miliar.

Di sisi lain, penerimaan dari kepabeanan dan cukai melonjak 175,3 persen dari Rp4,5 triliun menjadi Rp12,5 triliun. Kenaikan ini khususnya karena ada peningkatan dari bea keluar mencapai 923 persen menjadi Rp1,1 triliun.

Lalu, penerimaan cukai naik 495,2 persen menjadi Rp9,1 triliun. Salah satu pendorong kenaikan cukai berasal dari hasil tembakau yang melonjak 626 persen menjadi Rp8,83 triliun.

"Ini disebabkan karena kenaikan cukai hasil tembakau mulai efektif Februari, sehingga banyak pabrik rokok yang memesan cukai pada bulan Januari ini untuk bisa mendapatkan sedikit keuntungan sebelum cukainya naik," kata Sri Mulyani.

Sementara, cukai dari etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol (MMEA), dan denda administrasi cukai turun. Lalu, penerimaan dari cukai lainnya naik 44,13 persen, sehingga total dari penerimaan cukai meningkat 495 persen.

Selanjutnya, total bea masuk turun 20,7 persen. Alhasil, jumlah yang masuk ke kantor negara hanya Rp2,3 triliun dari sebelumnya yang mencapai Rp2,91 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK