Cheetos, Doritos, dan Lays Sumbang 30 Persen Laba Indofood

CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 08:57 WIB
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk memaparkan kontribusi Cheetos, Lays, dan Doritos sekitar 30 persen terhadap pendapatan dan laba PT Indofood Fritolay Makmur. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk memaparkan kontribusi Cheetos, Lays, dan Doritos sekitar 30 persen terhadap pendapatan dan laba PT Indofood Fritolay Makmur. Ilustrasi. (iStockphoto/jfmdesign).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mengungkapkan produk dengan merek milik PepsiCo, seperti Cheetos, Lays, Doritos, selama ini menyumbang sekitar 30 persen pendapatan dan laba PT Indofood Fritolay Makmur (IFL).

Sebelumnya, Indofood membeli seluruh saham Fritolay Netherlands Holding BV selaku afiliasi PepsiCo pada perusahaan patungan IFL pada Rabu (17/2) lalu. Imbasnya, Cheetos, Lays dan Doritos harus setop produksi.

"Kontribusi dari produk-produk dengan merek milik PepsiCo adalah sekitar 30 persen," ujar Corporate Secretary Indofood Gideon A. Putro seperti dikutip dari surat kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal Rabu (24/2).


Berdasarkan data per 30 September 2020, perusahaan meraup penjualan neto mencapai Rp2,14 triliun dengan total laba Rp214 miliar. Adapun total asetnya sebesar Rp1,6 triliun.

Dalam surat itu, Indofood mengungkapkan perusahaan membeli saham Fritolay dengan mempertimbangkan pentingnya kegiatan usaha makanan ringan di dalam portofolio perseroan mengingat potensi pertumbuhannya yang baik dan posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar di kategori tersebut.

IFL diberi waktu maksimum 6 bulan dari sejak tanggal transaksi untuk menyelesaikan proses transisi untuk menghentikan produksi, pengemasan, pemasaran, penjualan dan pendistribusian produk-produk makanan ringan dengan merek milik PepsiCo (Lays, Cheetos dan Doritos).

Selanjutnya, perseroan akan mengembangkan bisnis makanan ringan di Indonesia, dengan menggunakan merek-merek lainnya, termasuk Chitato, Qtela, Chiki dan Jetz. Selama tiga tahun dari sejak berakhirnya masa transisi tidak akan ada kompetisi produk makanan ringan dari Fritolay, PepsiCo dan/atau pihak afiliasinya di Indonesia. Artinya, tidak akan bersaing dengan produk makanan ringan IFL di dalam negeri.

[Gambas:Video CNN]

Perusahaan mengungkapkan Chitato dan Qtela merupakan salah satu pemimpin pasar dalam industri makanan ringan di Indonesia. Chitato menjadi pemimpin dalam kategori keripik kentang, dan telah memperoleh kepercayaan dan loyalitas konsumen selama lebih dari 30 tahun. Qtela juga memiliki posisi pasar yang kuat dalam kategori traditional snacks dan telah berada di pasar selama lebih dari satu dekade.

Selain mengembangkan produk makanan ringannya yang telah ada dan dikenal oleh masyarakat, IFL akan terus menerapkan strategi penjualan dan pemasaran yang terintegrasi serta terus berinovasi untuk mengembangkan rasa-rasa dan produk-produk baru mengingat IFL mengerti dengan baik selera dan pilihan makanan ringan konsumen di Indonesia, untuk mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar.

(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK