Bank Jago Akan Rights Issue Cari Tambahan Modal Rp7,05 T

CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2021 17:03 WIB
Bank Jago akan mencari tambahan modal Rp7,05 triliun melalui rights issue. Perusahaan rencananya melepas 3 miliar saham. Bank Jago mencari tambahan modal Rp7,05 triliun melalui rights issue yang akan mereka lakukan dalam waktu dekat ini. Ilustrasi. ((Tangkapan layar web jago.com).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Jago Tbk (ARTO) akan menambah modal perusahaan sebesar Rp7,05 triliun lewat skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan akan melepas 3 miliar saham dengan harga Rp2.350 per saham.

Lewat surat tebusan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Kepatuhan ARTO Tjit Siat Fun menyampaikan pihaknya telah menerima komitmen kesanggupan dari PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB) untuk membeli 560 juta saham atau Rp1,31 triliun.

Tercatat sebagai pemilik 22,16 persen saham ARTO, DKAB sebetulnya punya hak untuk berhak atas 664,8 juta saham. Karena tak menyerap seluruhnya, saham akan dialihkan kepada GIC Private Limited atau dana abadi Singapura.


Selain menyerap saham peralihan itu, GIC juga menyatakan komitmen membeli saham milik PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI). Sebagai pemegang 37,65 persen saham perseroan, MEI hanya menyerap 42,6 juta dari total 1,12 miliar saham.

Itu artinya secara total GIC akan merogoh kocek sebesar Rp3,15 triliun dan memiliki 9,67 persen saham Bank Jago.

Sementara, Wealth Track Technology Limited (WTT) sebagai pemegang 1,44 miliar saham bakal melakukan rights issue untuk 170 juta saham atau RpRp399,5 miliar.

Dana yang dihimpun akan digunakan ekspansi usaha, kembali diinvestasikan di infrastruktur teknologi informasi, dan pengembangan SDM.

[Gambas:Video CNN]

"Perseroan juga akan mengembangkan bisnis keuangan syariah melalui Unit Usaha Syariah (UUS), yang saat ini sedang dalam proses persetujuan oleh regulator," jelasnya lewat surat keterbukaan informasi BEI, dikutip Jumat (26/2).

Sebelumnya, BEI menyatakan memantau ketat ARTO karena terjadi pergerakan saham tak wajar atau Unusual Market Activity (UMA). Informasi tersebut diketahui berdasarkan pengumuman UMA BEI tertanggal 22 Februari 2021.

"Dengan ini kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham ARTO yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity," tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M Panjaitan dalam surat keterbukaan informasi.

Namun, BEI menegaskan pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan pelanggaran terhadap peraturan perundang- undangan di pasar modal.

Selanjutnya, investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.

"Investor diharapkan mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya," ujarnya.

Mengutip RTI Infokom, dalam kurun waktu setahun saham ARTO meroket 6.150 persen dari Rp122 menjadi Rp10.325 pada penutupan Jumat (26/2).

(well/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK