Stok Rumah di Bawah Rp5 M yang Pajaknya Didiskon Sri Mulyani

CNN Indonesia | Senin, 01/03/2021 17:57 WIB
Sri Mulyani menggratiskan PPN rumah di bawah Rp2 miliar mulai Maret-Agustus nanti. Ia juga mendiskon PPN rumah di bawah Rp5 miliar sebesar 50 persen. Sri Mulyani menggratiskan PPN rumah di bawah Rp2 miliar dan mendiskon PPN sebesar Rp50 persen atas rumah di bawah Rp5 miliar mulai Maret-Agustus nanti. Ilustrasi. ( CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani menggratiskan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk sektor properti dengan harga di bawah Rp5 miliar.

Selain itu, ia juga mendiskon PPN sebesar 50 persen untuk rumah tapak dan susun dengan harga Rp2 miliar-Rp5 miliar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan insentif ini akan diberikan selama enam bulan terhitung sejak Maret sampai Agustus 2021.


Itu diberikan demi mendorong penjualan rumah susun dan tapak yang belakangan ini seret. Basuki menjabarkan karena penjualan yang lesu itu stok rumah dengan harga Rp300 juta-Rp1 miliar saat ini mencapai 9.000 ribu unit.

Lalu, stok rumah senilai Rp1 miliar-Rp2 miliar berjumlah 9.000 ribu unit.

Rumah dengan harga Rp2 miliar-Rp3 miliar berjumlah 4.500 unit, Rp3 miliar-Rp5 miliar berjumlah 4.500 unit.

"Jadi ini untuk rumah-rumah ini diberikan insentif," ucap Basuki dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/3).

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, jumlah apartemen dengan harga Rp300 juta sampai Rp1 miliar berjumlah 7.500 unit. Jika ditotal, maka stok rumah yang bisa mendapatkan relaksasi PPN berjumlah 36.300 unit.

"Kebijakan yang baru saja diumumkan ini untuk mendorong penjualan pasokan rumah yang telah dibangun pengembang pada 2020 dan 2021 tapi sekarang belum terserap pasar," kata Basuki.

Menurut Basuki, pembebasan PPN ini melengkapi empat kebijakan yang sudah ada di sektor perumahan. Pertama, Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan nilai insentif Rp16,6 triliun untuk sekitar 157 ribu unit rumah.

Kedua, subsidi selisih bunga dengan nilai insentif Rp5,96 triliun. Ketiga, subsidi bantuan uang muka dengan nilai insentif Rp630 triliun.

 

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK