Didukung BRI, Damo Raup Cuan dan Go Digital dari Ikan Hias

BRI, CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 11:50 WIB
Damo menuturkan kisahnya mendirikan pasar ikan hias yang kini populer di mancanegara, serta kehadiran BRI yang membantu sekitar 380 pedagang. Damo menuturkan kisahnya mendirikan pasar ikan hias yang kini populer di mancanegara, serta kehadiran BRI yang membantu sekitar 380 pedagang. (Foto: Arsip Bank BRI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Melakoni hobi memelihara ikan sejak 17 tahun lalu, H. Asmarudin ternyata memetik manfaat lebih. Dari budidaya ikan lele kecil-kecilan, ia kemudian berinisiatif membuka Pasar Ikan Hias di Parung, Bogor.

Damo, demikian H. Asmarudin biasa dipanggil, mendirikan pasar ikan hias di lahan seluas 800 hektare. Sekarang, pasar itu diramaikan oleh sekitar 380 pedagang yang mengisi 270 lapak dengan waktu operasional hari Senin, Kamis, dan Sabtu pukul 12.00-18.00 WIB.

Omzet sehari yang dihasilkan dari perdagangan di pasar milik Damo rata-rata mencapai Rp5 miliar. Roda usaha Pasar Ikan Hias Parung pun disebut tetap berjalan di tengah pandemi. Menurut Damo, saat ini bisnis ikan hias justru makin digemari.


"Ikan ini walaupun pada masa pandemi tambah lancar, dari bulan puasa (tahun 2020) saya juga tidak menduga volume penjualannya naik terus meski pandemi," ujar Damo.

Begitu luas dan beragam pilihan ikan yang tersedia membuat popularitas Pasar Ikan Hias Parung terdengar sampai mancanegara. Sejumlah media regional dan internasional beberapa kali melakukan peliputan di sana. Pembeli makin banyak berdatangan, tak lagi hanya dari dalam negeri.

Kehadiran BRI di Pasar Ikan Hias Parung diakui Damo amat membantu. Tak hanya dalam pemenuhan kebutuhan layanan keuangan seperti permodalan, BRI juga meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Dari sekitar 380 pedagang, 244 di antaranya memiliki simpanan senilai ratusan juga di BRI.

Selain itu, ada 99 pedagang mendapat fasilitas pinjaman dengan plafon mencapai Rp2,11 miliar. Di saat bersamaan, BRI turut mendorong pelaku usaha agar menerapkan sistem usaha digital. Salah satunya, lewat layanan berupa pendaftaran pedagang untuk mengakses platform dagang elektronik di Pasar.id.

Menurut Damo, layanan lain yang dirasa membantu adalah layanan transaksi cashless bernama Stroberi, yang saat ini sudah dimanfaatkan oleh sejumlah pedagang.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menyatakan perusahaan akan terus konsisten mengedukasi para pelaku UMKM agar dapat segera go digital. Membiasakan pedagang menggunakan platform Stroberi, Pasar.id, dan memproses kebutuhan pembiayaan langsung dari lokasi pasar menjadi strategi BRI.

"Saat ini layanan Stroberi kami ada tiga jenis: untuk melayani tagihan, kasir, dan melayani pemesanan (order). Penggunaan layanan ini bisa membuat Pasar Ikan Hias Parung perlahan bertransformasi menjadi pasar modern dan digital. Pedagang juga bisa langsung diproses kebutuhan permodalannya dari sini. Daripada mereka pergi jauh-jauh ke kantor BRI, habis waktu dan transportasi, lebih baik langsung dilayani di tempat mereka berdagang melalui para Agen BRILink kami," ujar Supari.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK