Harga Minyak Dunia Jatuh, Terdalam Dalam Dua Pekan Terakhir

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 07:19 WIB
Harga minyak dunia turun ke level terendahnya dalam dua pekan terakhir di tengah ekspektasi OPEC+ membatasi pengurangan pasokan minyak. Harga minyak dunia turun ke level terendahnya dalam dua pekan terakhir di tengah ekspektasi OPEC+ membatasi pengurangan pasokan minyak. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia turun ke level terendahnya dalam dua pekan terakhir pada akhir perdagangan Selasa (2/3), waktu AS. Harga minyak jatuh di tengah ekspektasi negara-negara penghasil minyak dan sekutunya (OPEC+) untuk mengurangi pemangkasan pasokan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei tergerus 99 sen atau 1,6 persen menjadi US$62,70 per barel. Angka ini merupakan angka penutupan terendah sejak 12 Februari lalu.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) pengiriman April turun 89 sen atau 1,5 persen menjadi US$59,75 per barel, terendah sejak 19 Februari.


Harga minyak sempat memperpanjang kerugian usai data American Petroleum Institute (API) menunjukkan peningkatan besar dalam stok minyak mentah pada pekan lalu.

Karenanya, pengurangan pasokan yang jauh lebih besar diharapkan bisa membendung kerugian jatuh lebih dalam lagi.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan prospek permintaan minyak terlihat lebih positif, terutama di Asia.

Reli minyak telah memudar di tengah ekspektasi OPEC+ untuk memproduksi lebih banyak minyak mulai April nanti, mengurangi pembatasan pasokan besar-besaran tahun lalu.

"Pasar minyak mencapai tahap yang mengisyaratkan pemulihan (ekonomi) ketika pasar pertama kalinya dalam setahun memperkirakan OPEC+ akan memproduksi lebih banyak pasokan," ungkap Bjornar Tonhaugen, Kepala Pasar Minyak Rystad Energy, dilansir Antara, Rabu (3/3).

OPEC+, yang akan menggelar pertemuan pada Kamis (4/3), memungkinkan membawa 1,5 juta barel per hari (bph) produksinya kembali ke pasar.

"Minggu ini akan didominasi oleh pertemuan OPEC dan sekutunya (OPEC+), ketika strategi aliansi untuk beberapa bulan mendatang akan diputuskan," jelas Eugen Weinberg, Analis Energi di Commerzbank Research, dalam sebuah catatan.

Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) mengungkapkan kepada pembeli minyak Asia bahwa mereka berencana untuk meningkatkan alokasi minyak mentah pada April 2021.

Produksi minyak OPEC turun pada Februari karena pemangkasan sukarela oleh Arab Saudi menambah pengurangan dalam pakta OPEC+ sebelumnya, mengakhiri kenaikan tujuh bulanan berturut-turut.

Anggota OPEC+, Rusia, gagal meningkatkan produksi minyak pada Februari meski diberikan izin oleh kelompok tersebut. Sumber industri mengatakan cuaca musim dingin yang keras menghambat pekerjaan.

Pedagang mencatat bahwa crack spreads, ukuran margin keuntungan penyulingan, meningkat setelah bensin dan pemanas berjangka AS turun jauh lebih sedikit daripada minyak mentah.

[Gambas:Video CNN]



(bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK