Harga Minyak Melompat, Capai Level Tertinggi Dalam Setahun

CNN Indonesia | Jumat, 05/03/2021 08:18 WIB
Harga minyak mentah dunia naik lebih dari 4 persen, menyentuh level tertingginya dalam setahun terakhir setelah OPEC+ sepakat mengerem produksi. Harga minyak mentah dunia naik lebih dari 4 persen, menyentuh level tertingginya dalam setahun terakhir setelah OPEC+ sepakat mengerem produksi. Ilustrasi kilang minyak. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia melesat lebih dari 4 persen pada akhir perdagangan Kamis (4/3), waktu AS. Harga minyak mentah mencapai level tertingginya lebih dari setahun terakhir setelah negara-negara produsen minyak (OPEC) dan sekutunya (OPEC+) sepakat mengerem produksi.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik 4,2 persen menjadi US$66,74 per barel, setelah menembus level US$67,75 atawa tertinggi sejak Januari 2020 lalu.

Kemudian, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April naik 4,2 persen menjadi US$63,83 per barel.


"OPEC mengejutkan kami. Pesan yang dikirim OPEC ke pasar adalah mereka sangat ingin melihat harga minyak semakin 'panas' dan akhirnya memutuskan mengurangi persediaan," ujar Bart Melek, Kepala Strategis Komoditas TD Securities, mengutip Antara, Jumat (5/3).

Sejumlah analis memperkirakan OPEC+ akan meningkatkan produksi minyak sekitar 500 ribu barel per hari.

Pemimpin kelompok produsen minyak, yakni Arab Saudi, sempat menyebut akan memperpanjang pemangkasan produksi hingga 1 juta barel per hari dan dalam beberapa bulan mendatang akan menyetop pemangkasan secara bertahap.

"Namun, sangat sedikit yang terkejut, karena Rusia ingin meningkatkan produksi," imbuh Kepala Pasar Minyak Rystad Energy Bjornar Tonhaugen.

Walhasil, OPEC+ melanjutkan produksi hingga April, kecuali Rusia dan Kazakhstan yang diizinkan meningkatkan produksinya masing-masing sebesar 130 ribu dan 20 ribu barel per hari.

"Selain Rusia, pemenang terbesar dari perpanjangan pemangkasan produksi ini adalah AS. Dengan level harga saat ini, AS dapat meningkatkan produksi," tutur Tonhaugen.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK