Biden Klaim Senat Setujui Stimulus AS US$1,9 Triliun

CNN Indonesia
Minggu, 07 Mar 2021 09:26 WIB
Presiden AS Joe Biden mengklaim senat AS menyetujui stimulus US$1,9 triliun untuk penanganan pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi. Presiden AS Joe Biden mengklaim senat AS menyetujui stimulus US$1,9 triliun untuk penanganan pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi. (AP/Evan Vucci).
Jakarta, CNN Indonesia --

Senat AS diklaim menyetujui stimulus bantuan US$1,9 triliun untuk mengatasi pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi negeri Paman Sam. Persetujuan diambil pada Sabtu (6/3) waktu setempat.

"Saya berjanji kepada rakyat Amerika bahwa bantuan sedang dalam perjalanan," kata Presiden AS Joe Biden dalam pidatonya di Gedung Putih dikutip AFP, Minggu (7/3).

"Hari ini saya dapat mengatakan bahwa kami telah mengambil satu langkah besar untuk menghidupkan kembali ekonomi. Jelas itu tidak mudah, tetapi di satu sisi sangat dibutuhkan," lanjutnya.

Bantuan akan dibagikan kepada setiap warga Amerika sebesar US$1.400 dan mengalokasikan US$350 miliar untuk pemerintah negara bagian dan lokal serta US$130 miliar untuk sekolah.

Lalu, sebesar US$49 miliar untuk pengujian dan penelitian vaksinasi covid-19 akan diperluas dan US$14 miliar untuk distribusi vaksin.

"Rencana ini dimulai pada Maret kepada orang-orang Amerika yang sangat membutuhkan bantuan," tegas Biden.

Terobosan aturan bantuan tersebut datang dengan latar belakang data ekonomi AS yang menandakan bahwa ekonomi tersebesar di dunia ini kemungkinan akan pulih.

Biden sejak masa kampanye hingga resmi dilantik pada 20 Januari lalu membuat sejumlah gebrakan untuk menunjukkan keseriusannya menangani pandemi virus corona.

Biden membuat sejumlah kebijakan lantaran setahun terakhir mantan presiden Donald Trump kerap meremehkan penyebarannya yang dianggap sebagai sebuah kegagalan dalam menangani pandemi.

Selain mengeluarkan stimulus ekonomi, Biden juga dituntut untuk menurunkan kasus penyebaran corona di AS melalui program pengetesan massal dan vaksinasi. Data statistik mencatat hingga saat ini AS memiliki 27.695.000 kasus dan 486.332 kematian akibat Covid-19.

Hanya berselang dua hari setelah dilantik, Biden menandatangani kebijakan yang mengharuskan pemakaian masker dan karantina bagi pelancong yang menggunakan pesawat, bus, dan kereta domestik untuk melakukan karantina.

Biden menyebut upaya itu dilakukan 'di masa perang' untuk memerangi infeksi virus corona yang telah menewaskan lebih dari 408 ribu jiwa.

Biden juga mewajibkan penduduk AS berusia 2 tahun atau lebih untuk menyertakan hasil pemeriksaan yang menyatakan mereka negatif covid-19 tiga hari sebelum berangkat.

Selain itu, warga asing yang berkunjung ke AS harus melakukan tes sebelum berangkat, sebelum naik pesawat dan harus melakukan karantina ketika tiba di Amerika.

Penduduk Afrika Selatan juga dilarang berkunjung oleh pemerintah Biden untuk sementara waktu, karena di negara tersebut muncul penyebaran virus corona jenis baru.

Biden mengaku prihatin atas perjuangan ekonomi yang dihadapi banyak orang Amerika sebagai motivasi pendorong dibalik undang-undang bantuan yang yang dipandang tak hanya sebagai upaya mendorong angka pertumbuhan ekonomi, tapi juga membantu memulihkan rasa bangga dan tujuan bagi orang Amerika.

Presiden AS itu berencana menciptakan setidaknya 5 juta lapangan pekerjaan di sektor manufaktur.

Ia juga akan menginvestasikan US$400 untuk proses pengadaan sehingga diharapkan mampu mendorong permintaan produk dan jasa layanan AS.

[Gambas:Video CNN]



(din/bir)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER