Jakpro Jamin Dana Formula E Rp983 M Setoran Anies Tak Hangus

CNN Indonesia | Selasa, 23/03/2021 19:03 WIB
Jakpro menjamin anggaran jumbo acara balap mobil Formula E yang sudah dibayarkan tidak akan hangus, meski penyelenggaraannya ditunda hingga 2022. Jakpro menjamin anggaran jumbo acara balap mobil Formula E yang sudah dibayarkan tidak akan hangus, meski penyelenggaraannya ditunda hingga 2022. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menjamin anggaran jumbo acara balap mobil Formula E tidak akan hangus, meskipun penyelenggaraannya ditunda hingga 2022 mendatang.

Anggaran Formula E diketahui sebesar 53 juta poundsterling Inggris tersebut atau setara Rp983,31 miliar ke FEO Ltd sudah terlanjur dibayarkan oleh Pemprov DKI Jakarta di bawah pimpinan Gubernur Anies Baswedan.

"Dana tersebut tidak hangus karena Jakarta Eprix ditunda hingga 2022, maka uang yang sudah dibayarkan akan digunakan untuk event di 2022," ungkap Project Director Sportainment Jakpro M. Maulana kepada awak media, Selasa (23/3).


Mengutip laporan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI Jakarta, tercatat dana yang sudah dibayarkan terdiri dari fee senilai 20 juta poundsterling Inggris atau setara Rp360 miliar yang dibayarkan pada 2019. Lalu, fee senilai 11 juta poundsterling Inggris atau Rp200,31 miliar yang dibayarkan pada 2020.

Kemudian, Bank Garansi senilai 22 juta poundsterling Inggris atau setara Rp423 miliar. Kendati begitu, BPK mengungkap Jakpro selaku BUMD yang ditunjuk untuk pembangunan infrastruktur Formula E telah melakukan renegosiasi FEO terkait penarikan Bank Garansi dan telah disetujui oleh FEO pada 13 Mei 2020.

Atas permintaan itu, FEO mengabulkan terkait penarikan Bank Garansi, namun pembayaran fee atas penyelenggaraan tahap pertama musim penyelenggaraan 2020-2021 yang telah dibayarkan senilai Rp200,31 miliar, tidak dapat ditarik.

Maulana menyebut pembayaran Bank Garansi bisa ditarik. Sementara commitment fee tidak lantaran Pemprov DKI Jakarta sejatinya tidak membatalkan Formula E. Acara itu hanya ditunda, maka komitmen untuk pelaksanaan tetap harus dibayarkan sesegera mungkin.

"Commitment fee yang sudah dibayarkan akan digunakan untuk pelaksanaan event ini 2022 nanti," terang dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan pembayaran commitment fee sejatinya merupakan hal yang lazim dalam penyelenggaraan acara internasional, seperti Formula E dan jumlahnya memang besar.

Hal ini mengacu pada standar commitment fee Formula E yang diterapkan ke berbagai negara.

Untuk negara di kawasan Eropa, FEO memasang tarif commitment fee sebesar US$30,6 juta atau setara Rp418 miliar. Sementara di luar Eropa, mencapai US$40 juta atau sekitar Rp547 miliar.

[Gambas:Video CNN]

Maulana menjelaskan commitment fee akan digunakan untuk pembiayaan logistik acara, biaya penginapan para pembalap dan timnya yang jumlahnya hampir 2.000 orang, pembuatan tribun acara.

Lalu, untuk hadiah bagi para pemenang, biaya sertifikasi event ini agar sesuai dengan standar internasional, termasuk juga airtime televisi Internasional yang menyiarkan kegiatan ini secara langsung.

Sedangkan Bank Garansi ibarat deposit dalam sebuah perjanjian kerja sama. Namun, Maulana mengklaim dana Bank Garansi sudah kembali ke dalam negeri sesuai hasil renegosiasi.

"Dana bank garansi itu tidak akan hilang, saat ini bank garansi yang sebelumnya sudah kita bayarkan sudah kembali ke kita," jelasnya.

Di sisi lain, Maulana memastikan acara balap mobil berkelas internasional ini pasti akan memberi manfaat ekonomi bagi Indonesia. Bahkan, acara ini bisa menjadi penyumbang pemulihan ekonomi bagi tanah air usai tertekan krisis ekonomi akibat pandemi covid-19.

"Akan banyak orang dari dalam dan luar negeri yang datang ke Jakarta, berbelanja di Jakarta, dan menginap di Jakarta. Formula E akan sangat menguntungkan bagi Jakarta dan warganya," pungkasnya.

(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK