Padat Karya Bidang Air Serap 117 Ribu Tenaker per 1 April

Antara, CNN Indonesia | Jumat, 02/04/2021 06:00 WIB
Kementerian PUPR mencatat program Padat Karya Tunai bidang air telah menyerap 117.156 tenaga kerja hingga Kamis (1/4). Kementerian PUPR mencatat program Padat Karya Tunai bidang air telah menyerap 117.156 tenaga kerja hingga Kamis (1/4).Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR mencatat program Padat Karya Tunai bidang air telah menyerap 117.156 tenaga kerja hingga Kamis (1/4).

"Jumlah tenaga kerja yang telah terserap diperkirakan mencapai 117.156 tenaga kerja," ujar Direktur Jenderal SDA Jarot Widyoko dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI, dikutip dari Antara, Kamis (1/4).

Jarot menambahkan progress keuangan Padat Karya Tunai mencapai Rp622,2 miliar atau 8,7 persen dan progress untuk lokasinya mencapai 2.260 lokasi atau 9,7 persen per 1 April 2021.


Terkait anggaran 2021, Dirjen SDA itu memaparkan bahwa usai dilakukan refocusing anggaran maka program Padat Karya Tunai bidang air mengalami penambahan sehingga dari pagu awal sebesar Rp3,35 triliun menjadi Rp7,15 triliun.

Alokasi terbesar dianggarkan pada Padat Karya Tunai Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) sebesar Rp2,70 triliun untuk kegiatan di 12.000 lokasi. Disusul alokasi anggaran bagi pekerjaan kontraktual pola padat karya sebesar Rp2,52 triliun untuk 978 paket pengerjaan infrastruktur.

Anggaran Ditjen SDA Kementerian PUPR tahun ini mengalami refocusing sebesar Rp6,85 triliun, sehingga membuat pagu awal sebesar Rp58,54 triliun mengalami perubahan menjadi Rp51,77 triliun.

Sedangkan anggaran untuk program Padat Karya Tunai bidang SDA pada 2021 tidak mengalami pengurangan, justru mengalami kenaikan usai dilakukan refocusing.

Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengungkapkan anggaran program padat karya tunai pascapemfokusan kembali atau refocusing pada tahun ini mengalami kenaikan dari Rp12,18 triliun menjadi Rp23,24 triliun.

Penajaman program digunakan untuk melaksanakan padat karya tunai yang semula dianggarkan sebesar Rp12,18 triliun menjadi Rp23,24 triliun, melalui 20 kegiatan yang diharapkan dapat menyerap 1,23 juta tenaga kerja.

Menurut Basuki penajaman program digunakan untuk perluasan program padat karya tunai, dengan demikian upaya refocusing selain ditujukan untuk penajaman anggaran juga diharapkan oleh Presiden Joko Widodo untuk memperbesar padat karya tunai.

[Gambas:Video CNN]



(age/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK