Pemerintah Gelontorkan Rp953 T untuk Papua Pada 2005-2021

CNN Indonesia | Kamis, 08/04/2021 14:23 WIB
Pemerintah sudah menggelontorkan dana Rp1.000 triliun lebih untuk Papua dan Papua Barat selama hampir 20 tahun belakangan. Tapi, dana belum berdampak banyak. Pemerintah mengklaim telah menggelontorkan dana Rp1.000 triliun lebih untuk Papua dan Papua Barat selama berapa tahun belakangan ini. Tapi, belum berdampak banyak. Ilustrasi. (Dok. Google Earth).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah mengklaim telah menggelontorkan anggaran Rp953 triliun lebih untuk pembangunan Papua dan Papua Barat. Dana itu digelontorkan pada periode 2005-2021.

Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti mengatakan dana itu digelontorkan dalam beberapa bentuk. Pertama, transfer ke daerah dan dana desa (TKDD)  sebesar Rp702,3 triliun.

Kedua, belanja kementerian/lembaga yang dialokasikan untuk Papua dan Papua Barat sebesar Rp251,29 triliun. Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan dana otonomi khusus (Otsus) dan dana tambahan infrastruktur (DTI) ke Papua dan Papua Barat sebesar Rp138,65 triliun sejak 2002 hingga sekarang.


Ia mengatakan pendanaan untuk dua provinsi tersebut lebih besar jika dibandingkan daerah-daerah lain yang punya kriteria dan kondisi serupa.

Ia menyebut, misalnya, TKDD Provinsi Aceh hanya sebesar 6,4 juta per kapita sementara Papua sudah mencapai 14,7 juta dan Papua Barat 10,2 juta per kapita.

Tak hanya Aceh, daerah lain yang nilai TKDD per kapitanya masih jauh di bawah Papua dan Papua Barat antara lain Kalimantan Timur (4,9 juta per kapita), Maluku (7,1 juta per kapita) dan NTT (4,2 juta per kapita).

[Gambas:Video CNN]

"Pendanaan untuk Papua dan Papua Barat cukup besar dalam dua puluh tahun terakhir. Dana Otsus dan dana tambahan infrastruktur memang diberikan spesifik untuk Papua dan Papua Barat," ujarnya.

Sayangnya, transfer besar tersebut belum cukup untuk mengatasi masalah kesenjangan di Papua. Dalam hal pendidikan, misalnya, tingkat buta huruf di Papua dan Papua Barat masih masih di kisaran 22,1 persen.

"Ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Meskipun demikian dilihat penurunannya, tingkat buta huruf Papua dan Papua Barat lebih baik dibandingkan nasional," tandasnya.

(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK