Kepala WTO soal Vaksin Corona: Ketidakadilan Sangat Mencolok

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 13/04/2021 10:25 WIB
Ketua Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala akan menggelar pertemuan untuk mengatasi ketidakadilan yang mencolok dalam alokasi vaksin corona. Ketua Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala akan menggelar pertemuan untuk mengatasi ketidakadilan yang mencolok dalam alokasi vaksin corona.(AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Ngozi Okonjo-Iweala menyebut ada ketidakadilan yang mencolok dalam alokasi vaksin corona.

Atas dasar itulah pihaknya mulai Rabu (14/4) akan mengadakan pertemuan untuk membahas masalah itu. Dikutip dari Antara, pertemuan ini akan dihadiri oleh produsen vaksin besar. WTO pun akan mencari solusi salah satunya dengan mengaktifkan pabrik yang menganggur atau tak digunakan di Afrika dan Asia.

Okonjo-Iweala berjanji tidak akan bekerja seperti biasanya 'business as usual' untuk mengawasi perdagangan vaksin corona global. Ia menegaskan prioritas utamanya adalah mengatasi pandemi covid-19.


"Ketidakadilan vaksin sangat mencolok. Saya adalah orang yang pragmatis. Dan yang menyakiti saya sekarang adalah orang-orang sekarat karena tidak memiliki akses ke vaksin," kata Okonjo-Iweala.

Dia mengungkap saat ini ada teknologi ada untuk menyelamatkan nyawa. Sehingga, dia ingin mencari solusi untuk membuat perubahan.

Di antara solusi praktis yang mungkin adalah menggunakan kembali pabrik vaksin hewan untuk membuat suntikan corona atau mengaktifkan kapasitas yang tidak terpakai di negara-negara seperti Bangladesh, Thailand, dan Senegal dengan menghubungkan mereka dengan pemodal seperti Bank Investasi Eropa atau International Finance Corporation Bank Dunia.

Dia memuji negara-negara yang mengekspor beberapa vaksin corona. Dia telah membahas pembatasan ekspor vaksin dengan Thierry Breton yang mengepalai gugus tugas vaksin dan kepala perdagangan eksekutif Uni Eropa Valdis Dombrovskis.

"Saya mendesak mari kita mencoba untuk tidak menghalangi rantai pasokan," katanya.

[Gambas:Video CNN]



(age/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK