6 dari 10 Orang Kesulitan Mengatur Keuangan Selama Ramadan

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 06:38 WIB
Hasil survei OVO mengungkapkan sebanyak 6 dari 10 orang mengaku kesulitan mengatur keuangan selama Ramadan. Hasil survei OVO mengungkapkan sebanyak 6 dari 10 orang mengaku kesulitan mengatur keuangan selama Ramadan.(Istockphoto/seb_ra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Hasil survei OVO yang bekerja sama dengan pihak ketiga mengungkapkan sebanyak 6 dari 10 orang mengaku kesulitan mengatur keuangan selama Ramadan. Terlebih, pandemi covid-19 menambah kebutuhan masyarakat.

"Ada juga 6 dari 10 orang mengaku sulit mengatur keuangan selama Ramadan. Ini memang setiap tahun kita lihat, tapi tahun ini terlebih lagi karena pandemi covid-19 banyak kebutuhan dan banyak tekanan secara finansial," ujar Head of Corporate Communication OVO Harumi Supit dalam konferensi pers virtual, Selasa (13/4).

Sementara itu, 52 persen responden yang disurvei mengaku berencana menggunakan dana darurat dari tabungan atau investasinya. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan saat Ramadan.


"Tidak dipungkiri tahun ini masih jadi tahun perjuangan. Kita lihat Ramadan 2021 ini sebagai Ramadhan kedua saat pandemi, masih banyak persoalan, tekanan fisik, mental, dan keuangan yang masih muncul," imbuhnya.

Hasil survei juga mengungkapkan 4 dari 10 orang melenceng jauh dari perencana keuangan awal Ramadhan. Survei ini dilakukan kepada hampir 500 responden yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Survei dilakukan oleh pihak ketiga supaya dapatkan hasil kredibel, yang bisa dipercaya, dan mengetahui sebenarnya apa yang dirasakan masyarakat," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Perencana Keuangan Lolita Setyawati mengungkapkan sejumlah tips pengelolaan keuangan selama Ramadan.

"Momentum Ramadan ini pas sekali untuk ubah mindset menggunakan uang di masa depan dan berusaha berpikir cukup, kita mengeluarkan dana sesuai dengan kemampuan," ucapnya.

Ada empat tips pengelolaan keuangan selama Ramadan untuk menghindari pengeluaran yang membengkak. Pertama, menyusun daftar prioritas pengeluaran.

Kedua, mempersiapkan dana ekstra. Tujuannya, ketika dalam kondisi terburuk tidak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) maka ada dana cadangan yang sudah dipersiapkan untuk Ramadan dan Lebaran.

"Ini yang harus kita lakukan dari bulan sebelumnya, jadi di anggaran setiap bulan ada porsi anggaran untuk Ramadan dan lebaran, berapapun itu semampunya, harus ada. Jadi nanti waktu tidak terima THR kita tidak kaget," tuturnya.

Ketiga, belanja di awal. Pertimbangannya, kerap kali harga kebutuhan bahan pokok melambung selama Ramadan dan Lebaran.

Kondisi tersebut bisa disiasati dengan berbelanja sebelum Ramadan kebutuhan pokok yang bisa disimpan dalam jangka lama. Keempat, membuat menu sahur dan buka.

"Ini untuk ibu-ibu, tujuannya agar mengendalikan pengeluaran khususnya makanan supaya kita tidak belanja makanan," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK