Persiapan Ramadan, Impor Kurma Naik Sejak Januari 2021

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 13:29 WIB
BPS mengungkapkan impor kurma mengalami kenaikan sejak Januari karena persiapan Ramadan dan Lebaran 2021. BPS mengungkapkan impor kurma mengalami kenaikan sejak Januari karena persiapan Ramadan dan Lebaran 2021.(iStockphoto/alpaksoy).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan impor kurma mengalami kenaikan sejak Januari karena persiapan Ramadan dan Lebaran 2021. Impor kurma disebabkan Indonesia tidak menghasilkan makanan khas saat puasa.

"Karena kita tidak produksi kurma, jadi biasanya kita impor kurma untuk buka," ujar Kepala BPS Suhariyanto saat rilis data neraca perdagangan periode Maret 2021, Kamis (15/3)

Detailnya, impor kurma Januari meningkat menjadi US$10,3 juta, lalu Februari bertambah sekitar 44,66 persen menjadi US$14,9 juta. Pada Maret lalu, nilai impornya kembali naik 14,76 persen menjadi US$17,1 juta.


"Jadi, sejak Januari sudah ada impor kurma, lalu naik di Februari dan Maret," paparnya.

Berdasarkan asal negaranya, tiga negara importir utama kurma ke Tanah Air adalah Mesir, Tunisia, dan Arab Saudi. Secara total, nilai impor pada Maret 2021 sebesar US$16,79 miliar, atau naik 26,55 persen dari US$13,26 miliar pada Februari 2021.

Khusus untuk impor barang konsumsi, tercatat naik 15,51 persen secara bulanan menjadi US$1,41 miliar. Suhariyanto menjelaskan kenaikan impor barang konsumsi salah satunya ditopang oleh persiapan menjelang Ramadan dan Lebaran.

"Iya, kenaikan impor ini terjadi sebagian terutama antisipasi konsumsi Ramadan dan Lebaran," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK