HSBC Akan Kembalikan 'Jantung' Bisnis ke Hong Kong

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 17:52 WIB
HSBC berencana mengembalikan 'jantung' bisnis perusahaan ke Hong Kong, kota asal perusahaan didirikan. HSBC berencana mengembalikan 'jantung' bisnis perusahaan ke Hong Kong, kota asal perusahaan didirikan.(Omar TORRES / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Grup perbankan dan layanan keuangan, Hong Kong and Shanghai Banking Corporation (HSBC), berencana mengembalikan 'jantung' bisnis perusahaan ke Hong Kong, kota asal perusahaan didirikan. Saat ini, HSBC berbasis di London serta memiliki sejumlah kantor perwakilan di sejumlah negara.

Melansir CNN, Kamis (15/4), CEO Noel Quinn mengatakan perseroan akan memindahkan empat eksekutif senior ke Hong Kong pada paruh kedua tahun ini. Meliputi, Direktur Perbankan Komersial Global Barry O'Byrne dan Wakil Direktur Perbankan dan Pasar Global Greg Guyett.

Selanjutnya, Direktur Wealth dan Personal Banking Nuno Matos dan Direktur Manajemen Aset Global Nicolas Moreau. Bisnis-bisnis tersebut menyumbang hampir semua pendapatan HSBC.


Quinn mengaku ingin lebih banyak tim eksekutif global yang ditempatkan di Asia-Pasifik yang merupakan pusat pertumbuhan, investasi, dan inovasi. Pasalnya, perusahaan akan fokus menggarap pasar Asia-Pasifik yang tengah tumbuh.

"Langkah ini menggarisbawahi pentingnya kawasan Asia-Pasifik untuk strategi kami," kata Quinn dalam memo yang diberikan kepada CNN Business.

Meskipun memindahkan para eksekutif, Quinn menegaskan tidak akan akan memindahkan kantor pusat HSBC dari London. Bahkan, baru-baru ini HSBC menolak proposal relokasi kantor pusat dari London ke Hong Kong.

Selain itu, mutasi para direksi tersebut tidak akan diikuti dengan relokasi pekerja besar-besaran dari London ke Hong Kong. Ia menyatakan HSBC tetap akan menekankan pentingnya London dalam bisnis mereka.

"Langkah ini tidak berdampak pada lokasi kantor pusat kami. Manajemen, komite eksekutif grup, dan direksi holding semuanya akan terus berbasis di Inggris," tambahnya.

Fokus pada pasar Asia adalah bagian dari perombakan strategis yang diluncurkan HSBC tahun lalu. Tujuannya, untuk mengalirkan kembali modal sebesar US$100 miliar ke wilayah tersebut.

HSBC memang memperoleh sebagian besar keuntungannya dari pasar Asia yang merupakan kawasan berdirinya perusahaan 156 tahun lalu. Pada Februari lalu, manajemen telah menyampaikan rencana untuk meningkatkan investasi di Asia-Pasifik sebesar US$6 miliar.

Secara khusus, HSBC menyoroti China, Asia Tenggara, dan India sebagai pendorong pertumbuhannya bisnis perusahaan di masa depan. Selain itu, HSBC berencana berinvestasi lebih dari US$3,5 miliar selama tiga sampai lima tahun ke depan untuk bisnis wealth and asset management.

Dengan modal itu, perseroan bisa mempekerjakan lebih dari 5.000 wealth advisers sekaligus menjadikan Singapura sebagai hub bisnis wealth and asset management.

Namun, menjalankan bisnis antara wilayah timur dan barat tentunya sangat menantang. Terlebih, setelah China menuai teguran dari negara-negara di dunia seperti Inggris ketika berupaya untuk menegaskan kendalinya atas Hong Kong.

Sementara itu, HSBC juga memiliki catatan pernah mendapatkan reaksi keras dari para pemimpin politik AS dan Inggris ketika mendukung undang-undang keamanan nasional yang kontroversial di Hong Kong tahun lalu. Ditengarai, kebijakan itu dipicu oleh tekanan dari pemerintah China untuk menunjukkan komitmen HSBC kepada negara tersebut.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK