Penguatan Saham Angkat Rupiah ke Rp14.619

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 09:16 WIB
Rupiah menguat 0,02 persen ke level Rp14.619 per dolar AS pada Jumat (16/4) terangkat penguatan saham. Rupiah menguat 0,02 persen ke level Rp14.619 per dolar AS pada Jumat (16/4) terangkat penguatan saham.. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rpp14.619 per dolar AS pada Jumat (16/4) pagi. Posisi tersebut melemah 0,02 persen dibandingkan perdagangan Kamis (15/4) sore di level Rp14.615 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,07 persen, dolar Singapura melemah 0,09 persen dan dolar Taiwan melemah 0,10 persen.

Kemudian yuan China melemah 0,11 persen, won Korea Selatan melemah 0,16 persen, ringgit Malaysia melemah 0,15 persen dan bath Thailand terpantau melemah 0,32 persen. Sebaliknya peso Filipina menguat 0,14 persen dan rupee India menguat 0,29 persen.


Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,22 persen dan dolar Australia menguat 0,21 persen. Kemudian franc Swiss melemah 0,02 persen dan dolar Kanada yang terpantau melemah 0,08 persen.

Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra mengatakan minat pasar terhadap aset berisiko mungkin meninggi hari ini seiring dengan menguatnya indeks saham AS semalam.

"Penguatan indeks saham AS didukung oleh data penjualan ritel AS pada Maret dan data klaim tunjangan pengangguran AS yang lebih baik dari prediksi," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (16/4).

Tak hanya itu, penguatan indeks saham juga didukung oleh membaiknya laporan penghasilan perusahaan.

[Gambas:Video CNN]

"Pagi ini sekitar jam 09.00 WIB akan dirilis data pertumbuhan PDB China kuartal pertama yang diperkirakan lebih bagus dari proyeksi. Bila demikian, ini akan menguatkan minat pasar terhadap aset berisiko hari ini," jelasnya.

Sentimen lainnya adalah yield Treasury AS juga menurun pagi ini ke level 1,57 persen atau turun sekitar 4 persen dari sebelumnya. Penurunan yield ini mungkin karena sebagian pelaku pasar masuk kembali membeli obligasi AS yang sudah terdiskon.

"Penurunan yield ini bisa membantu mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini. Potensi penguatan ke arah Rp14.580 dengan potensi resisten di dan resisten Rp14.630," pungkasnya.



(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK