Kemenperin Bidik Industri Farmasi Tumbuh Dua Digit Kuartal I

CNN Indonesia | Minggu, 18/04/2021 06:00 WIB
Kemenperin menargetkan pertumbuhan industri farmasi mencapai dua digit dengan realisasi investasi Rp11 triliun pada kuartal I 2021. Kemenperin menargetkan pertumbuhan industri farmasi mencapai dua digit dengan realisasi investasi Rp11 triliun pada kuartal I 2021. (CNN Indonesia/Galih Gumelar).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri farmasi sepanjang kuartal I 2020 berada di atas 9 persen atau tumbuh dua digit.

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam mengatakan hal tersebut realistis sebab kinerja tersebut pernah tercapai.

"Kami berharap di atas 9 persen di kuartal I ini karena dulu pada 2015 itu pernah mencapai 15 persen, tapi terus turun lagi, sekarang kuat lagi kami harapkan kontribusinya kepada PDB juga meningkat jadi 1,13 persen," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (16/4).


Di luar itu, lanjut Khayam, Kemenperin juga menargetkan realisasi investasi sektor farmasi, kimia dan tekstil lebih dari Rp11 triliun.

"Tahun lalu realisasinya (investasi) Rp11 triliun. Kami harapkan juga di 2021," jelasnya.

Khayam menuturkan, tahun lalu, industri farmasi, kimia dan tekstil masih secara keseluruhan masih terkonsentrasi minus1,49 persen. Meski demikian, posisi tersebut masih lebih baik dibandingkan sektor industri pengolahan non migas lainnya yang rata-rata terkontraksi -2,52 persen.

"Bahkan ada subsektor industri kimia dan farmasi tumbuh 9,3 persen. Kemudian kontribusi sektor IKFT ke total PDB juga besar, 4,48 persen," jelasnya.

Sementara, realisasi investasi sektor mencapai IKFT tahun lalu dapat membuka lapangan kerja untuk 6,24 juta orang. "Realisasi investasi IKFT tahun lalu mencapai Rp61,97 triliun didominasi industri kimia dan bahan kimia. Tenaga kerja 6,24 juta orang yang diserap," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(sfr/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK