Penyaluran Gas Industri Harga Khusus ke Jatim Temui Kendala

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 19:18 WIB
Dirjen IKFT Muhammad Khayam mengatakan penyaluran gas industri seharga US$6 per MMBTU ke sejumlah wilayah Jawa Timur masih mengalami beberapa kendala. Dirjen IKFT Muhammad Khayam mengatakan penyaluran gas industri seharga US$6 per MMBTU ke sejumlah wilayah Jawa Timur masih mengalami beberapa kendala.Ilustrasi gas industri. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Muhammad Khayam mengatakan penyaluran gas industri seharga US$6 per MMBTU ke sejumlah wilayah Jawa Timur masih mengalami beberapa kendala.

Salah satunya karena pasokan gas yang diterima PT PGN (Persero) hanya 68 persen di bawah alokasi gas untuk Jawa Timur dalam Keputusan Menteri ESDM nomor 89 tahun 2020 yakni sebesar 74,7 BBTUD.

"Ada beberapa bagian terutama Jawa Timur yang masih terkendala karena suplai gasnya tersebut," ujar Khayam dalam diskusi virtual, Jumat (16/4).


Khayam menjelaskan kurangnya pasokan tersebut disebabkan disebabkan adanya kendala alamiah di lapangan. Namun, ia memastikan PGN telah melakukan sejumlah upaya agar pasokan gas dapat dipenuhi dari wilayah kerja migas di sekitarnya seperti Madura.

"Jadi PGN telah melakukan beberapa upaya koordinasi dengan pemerintah dan pemasok jadi mereka berkoordinasi dengan SKK migas untuk mendapatkan pasokan gas di Jawa Timur ada beberapa pemasok khususnya lapangan dari daerah Madura," jelasnya.

Kemudian, pemerintah juga telah mengajukan perubahan jadwal shut down dan mengubah pemasokan gas ke periode yang sepi permintaan atau low demand.

"Kemudian meminta kepada pemasok menjaga performance dari fasilitas pemasok hingga periode maintenance. Kami juga memahami mengalami penurunan penyaluran tapi kami ingin pemasok berkoordinasi dijaga suplai terutama untuk volume yang cukup tinggi," jelasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Presiden nomor 40 tahun 2016 tentang penetapan harga gas bumi, harga gas industri US$6 per MMBTU diberikan pada 7 sektor yaitu industri pupuk, Petrokimia, oleokimia, industri baja, keramik, kaca dan sarung tangan karet.

Hingga saat ini, ada 176 perusahaan yang telah menikmati harga khusus tersebut dengan total volume 1.211 BBTUD. "Kemudian ada lagi penambahan untuk 7 sektor ini sebanyak 140 BBTUD dan akan ada penambahan lagi 11 sektor dengan volume nantinya 151 BBTUD," imbuhnya.

Khayam berharap penurunan harga gas ini sektor industri tersebut akan mendorong utilisasi industri sehingga dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi dari pandemi covid-19.

"Industri kita sudah menunjukkan utilisasi ke arah normal terutama di kuartal I 2021. Itu tercermin dari Purchasing Manager Index yang mencapai angka 53, menunjukkan sektor manufaktur kita sudah pulih kembali dan kita harapkan di semester I ini pertumbuhan ekonomi pulih kembali," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK