Mendag Ramal Harga CPO Tetap Tinggi Sampai Juni 2021

CNN Indonesia | Sabtu, 17/04/2021 10:27 WIB
Menteri Perdagangan M Lutfi memprediksi harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tetap tinggi hingga Juni 2021. Menteri Perdagangan M Lutfi memprediksi harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tetap tinggi hingga Juni 2021.(ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan M Lutfi memprediksi harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tetap tinggi hingga Juni 2021. Hal ini lantaran ada gangguan dari panen kacang kedelai dunia.

"Jadi Brasil masalahnya luar biasa karena panen jelek dan basah karena el nina dan juga terjadi mogok massal di Argentina," ungkap Lutfi dalam konferensi pers, Jumat (16/4).

Akibatnya, harga CPO sudah mendekati US$1.100 per ton. Sementara, harga minyak kedelai lebih dari US$100 per ton.


"Perbedaan harga CPO dan minyak kedelai yang lebih dari US$120 menyebabkan harga CPO tinggi, ini fenomena dunia. Saya lihat ini tidak akan melandai sampai Juni 2021," terang Lutfi.

Sementara itu, CPO juga sempat menjadi perbincangan hangat sebelumnya di kalangan pengusaha. Masalahnya, Sri Lanka baru-baru ini melarang impor sawit dan perkebunan kelapa sawit baru, termasuk dari Indonesia.

Mengutip Reuters, impor minyak sawit dan jumlah perkebunan di Sri Lanka meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa mengatakan keputusan larangan impor minyak sawit dilakukan agar membuat negara tersebut bebas dari perkebunan kelapa sawit dan konsumsi minyak sawit. Selama ini, Sri Lanka mengimpor sekitar 200 ribu minyak sawit per tahun.

Sebagai catatan, impor sawit Sri Lanka mayoritas berasal dari Indonesia dan Malaysia. Sementara, para ahli lingkungan mengatakan produksi minyak sawit telah menyebabkan deforestasi yang meluas dan kerusakan ekosistem.

[Gambas:Video CNN]

(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK