Bio Farma Sudah Produksi 35 Juta Dosis Vaksin Sinovac

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 09:30 WIB
PT Bio Farma (Persero) telah memproduksi 35 juta dosis vaksin dari bahan baku (bulk) vaksin Sinovac. PT Bio Farma (Persero) telah memproduksi 35 juta dosis vaksin dari bahan baku (bulk) vaksin Sinovac.(ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bio Farma (Persero) telah memproduksi 35 juta dosis vaksin dari bahan baku (bulk) vaksin Sinovac. Dari jumlah tersebut, perusahaan sudah mendistribusikan sebanyak 20 juta dosis vaksin corona ke seluruh Indonesia.

"Dari 20 juta dosis itu, sudah dilakukan vaksinasi angkanya sudah mendekati 17 juta. Jadi, sudah cukup banyak juga penduduk kita yang divaksin," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Bio Farma Bambang Heriyanto dalam acara Dialog Gerak Aktif Pemerintah, Vaksinasi Pekerja Kreatif, Selasa (20/4).

Secara total, perusahaan farmasi pelat merah itu telah menerima 59,5 juta dosis bulk vaksin covid-19 dari Sinovac. Jumlah itu mewakili sepertiga dari total komitmen perusahaan farmasi asal China itu yakni 140 juta dosis tahun ini. Sinovac juga masih memiliki komitmen pengiriman 120 juta dosis bulk vaksin di tahun berikutnya.


"Dari 59,5 juta dosis ini, diproses di Bio Farma, ditargetkan bisa menghasilkan 46 juta-47 juta dosis vaksin," imbuhnya.

Selain dari Sinovac, ia mengungkapkan Indonesia telah menerima komitmen suplai vaksin baik secara bilateral maupun multilateral. Meliputi, pengadaan vaksin secara multilateral dari Global Alliance for Vaccine and Immunization (Gavi) COVAX Facility sebesar 10 persen sampai 20 persen dari jumlah penduduk, setara 54 juta sampai 108 juta dosis.

Saat ini, Indonesia sudah menerima pengiriman vaksin covid-19 dari Gavi-COVAX yakni jenis AstraZeneca sebesar 1,1 juta dosis beberapa waktu lalu.

"Selain itu, masih ada bilateral vaksin sama dari AstraZeneca mudah-mudahan kami bisa mem-blok sekitar 50 juta dosis," ucapnya.

Selanjutnya, pemerintah juga mendapatkan komitmen vaksin buatan Pfizer-BioNTech, asal AS sebesar 50 juta dosis. Jumlah tersebut, lanjutnya, di luar komitmen tambahan.

Kemudian, komitmen vaksin dari AS, yaitu Novavax sebanyak 50 juta dosis. Bio Farma berharap bisa mendapatkan komitmen tambahan sebesar 50 juta-80 juta dosis vaksin.

"Jadi mudah-mudahan seluruh kebutuhan Kementerian Kesehatan bisa kami penuhi. Tentu ini dibantu juga dari Kementerian BUMN, Kementerian Luar negeri, juga dari beberapa kementerian dan lembaga lainnya," tuturnya.

Target Pelaksanaan Vaksinasi

Ia menuturkan untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity) dibutuhkan vaksinasi kepada 181,5 juta penduduk Indonesia. Dengan target tersebut, maka kebutuhan vaksinnya mencapai 426 juta dosis.

Sesuai dengan target Presiden Joko Widodo, kata dia, pelaksanaan program vaksinasi itu diharapkan selesai dalam 12 bulan atau sampai Januari 2022 mendatang. Namun, ia mengakui apabila pelaksanaan vaksinasi di lapangan berjalan dinamis.

"Ini semuanya berlangsung dinamis ya, karena kan tentu ketersediaan stok juga harus diperhitungkan, ketersediaan stok atau demand (permintaan), kebutuhan vaksin di dunia juga menjadi pertimbangan kami," tuturnya.

Oleh karenanya, ia mengakui apabila target penyelesaian program vaksinasi pada awal tahun depan membutuhkan kerja keras dari semua pihak. Mulai dari Bio Farma sebagai pihak penyedia vaksin covid-19, Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, hingga fasilitas kesehatan di daerah.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK