KPPU Prediksi 1,8 Juta Ton Garam Lokal Tak Terserap

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 08:05 WIB
KPPU memprediksi 1,8 juta ton garam lokal tak terserap pada 2021 akibat kebijakan impor. KPPU memprediksi 1,8 juta ton garam lokal tak terserap pada 2021 akibat kebijakan impor.(ANTARA FOTO/SAIFUL BAHRI).
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memprediksi 1,8 juta ton garam lokal yang tak terserap pada 2021 akibat kebijakan impor.

Direktur Kebijakan Persaingan KPPU Taufik Ahmad mengatakan proyeksi tersebut berdasarkan asumsi produksi garam nasional sebanyak 2,1 juta ton dan sisa pasokan garam 2020 sebanyak 1,3 juta ton.

Sementara, pasar garam lokal hanya mampu menyerap sebanyak 1,6 juta ton garam. Pasalnya, dari 4,6 juta ton kebutuhan garam, sebanyak 3 juta ton berasal dari impor.


"Dari perhitungan kami kurang lebih pada 2021 akan ada 1,8 juta ton garam yang tidak terserap. Terutama garam lokal," ucapnya dalam diskusi virtual, Selasa (20/4).

Namun, kata Taufik, hal tersebut masih hitungan kasar. Pasalnya, produksi garam lokal sebanyak 2,1 juta ton itu bergantung pada kondisi cuaca.

"Informasinya April-September itu adalah musim panen garam sesuai iklim kemarau, makin banyak matahari, makin kering cuaca makin tinggi produksi. Tapi kalau curah hujan tinggi produksi garam tidak capai target otomatis yang tidak terserap lebih kecil," imbuhnya.

Taufik menambahkan rencana impor garam pemerintah sekitar 3 juta ton juga berlebihan. Indikasinya, realisasi impor hingga April ini masih rendah yakni baru 412 ribu ton atau 19 persen dari total rekomendasi impor 2,1 juta ton yang telah ditetapkan terbit.

"Asumsi (impor) 3 juta ton ini kalau perekonomian sudah kembali ke sebelum pandemi. Tapi pertumbuhan ekonomi kita kan belum kembali, dengan aktivitas industri di bawah 2019. Maka garam penolong tidak akan sebesar 2019. Makanya kami harap pemerintah melihat realisasinya per semester karena hitungan kami realisasi masih rendah," jelasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Antam Novambar mengungkapkan pemerintah impor garam sebanyak 3 juta ton karena stok garam nasional tersisa 4,45 juta ton.

Sementara, kebutuhan garam di dalam negeri mencapai 7,5 juta ton. Artinya, pasokan garam kurang sekitar 3 juta ton.

"Impor 3 juta ton itu didapat dari data bahwasanya stok awal dan ketersediaan yang ada 4,45 juta ton. Total kebutuhan 7,5 juta, jadi kurang 3 juta ton," ungkapnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK