Jokowi: Pemerintah Sebetulnya Tak Suka Impor Beras

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 11:27 WIB
Jokowi mengatakan sebenarnya pemerintah tak suka impor beras. Tapi, banjir dan sejumlah hambatan produksi padi membuat kebijakan itu sulit untuk tidak diambil. Jokowi mengatakan sebenarnya pemerintah tak suka impor beras. Tapi keadaan memaksa. Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah sebenarnya tidak ingin ada impor beras lagi. Pernyataan itu ia sampaikan saat meninjau panen raya di Desa Wanasari, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (21/).

"Pemerintah sebetulnya tidak senang dan suka yang namanya impor beras. Kita inginnya swasembada," katanya dalam pernyataan yang disampaikannya melalui video, Rabu (21/4).

Namun, kata Jokowi, kenyataan ternyata tidak seindah apa yang diangankan pemerintah. Pasalnya, di tengah angan itu, banjir menerjang sejumlah sentra pertanian sehingga mengganggu produksi.


Selain itu, angan juga terganjal oleh pandemi corona yang mengganggu produksi.

"Karena hitung-hitungan banyak yang kena banjir, pandemi, kadang hitungan, kalkulasi kurang sehingga perlu cadangan (dari impor)," katanya.

Namun, Jokowi menjamin kalau pun dilakukan impor tidak akan dilakukan sampai Juni tahun ini. Bahkan, ia bertekad kalau produksi beras nasional tetap terjaga sampai dengan akhir tahun nanti, kebijakan impor tidak akan ditempuh.

"Kemarin sudah kami putuskan sampai Juni tak ada impor. Insya Allah sampai akhir tahun kalau tahan produksinya bagus tidak ada impor," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Sulit Cari Pupuk

Di tengah tekad untuk menggenjot swasembada pangan, dalam peninjauan panen raya itu Jokowi menerima banyak keluhan soal dari petani. Salah satunya menyangkut harga pupuk subsidi.

Dari keluhan petani itu dia mengatakan harga pupuk subsidi masih bermasalah. Tak hanya soal harga, masalah juga terjadi pada ketersediaan.

"Pupuknya masih sering hilang dan sulit dicari," katanya. 

(sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK