Bayar Utang, Sinarmas Land Jual Properti Rp1,45 T di London

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 10:20 WIB
Sinarmas Land dikabarkan menjual properti senilai 72 juta poundsterling di London, Inggris untuk membayar utang kredit pembelian properti ke bank. Sinarmas Land dikabarkan menjual properti senilai 72 juta poundsterling di London, Inggris untuk membayar utang kredit pembelian properti ke bank. Ilustrasi. (Tangkapan layar web sinarmasland.com).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sinarmas Land dikabarkan menjual properti berbentuk kantor dan hunian milik perusahaan senilai 72 juta poundsterling atau setara Rp1,45 triliun (kurs Rp20.255 per poundsterling) di London, Inggris. Hasil penjualan digunakan untuk membayar utang kredit pembelian properti ke bank.

Melansir Business Times, pada Rabu (21/4), kantor dan hunian itu merupakan bagian dari properti Unlimited House yang terletak di 10 Great Pulteney Street milik SML Great, anak perusahaan Sinarmas Land. Properti terdrii dari kawasan perkantoran seluas 44.116 kaki persegi dan hunian mandiri sebanyak lima unit dengan luas 2.928 kaki persegi.

Berdasarkan data perusahaan per 31 Desember 2020, nilai kantor dan hunian itu sebenarnya sebesar 56,5 juta poundsterling atau Rp1,14 triliun, sehingga hasil penjualan properti akan memberi keuntungan ke kantong perusahaan sekitar 15,6 juta poundsterling atau Rp315,97 miliar.


Selain untuk membayar utang, dana akan digunakan sebagai modal kerja tambahan dan cadangan dana untuk akuisisi atau investasi properti lain pada masa mendatang.

Selain itu, perusahaan juga menilai ini waktu yang tepat untuk melepas properti milik mereka. Sebab, memberikan imbal hasil yang menarik.

Sementara harga penjualan merujuk pada harga pasar dan tren harga jual-beli properti di lokasi yang sama. Harga juga sudah sesuai dengan valuasi mandiri yang dilakukan pembeli dengan menggunakan jasa perusahaan penilai profesional.

CNNIndonesia.com telah menghubungi manajemen Sinarmas Land di Indonesia untuk mengonfirmasi hal ini. Namun, manajemen masih meminta waktu untuk bisa memberikan tanggapan kepada redaksi.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK