Sri Mulyani Sebut Pengusaha Perempuan Bisa Kerek PDB US$5 T

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 13:05 WIB
Menkeu Sri Mulyani mengatakan pengusaha perempuan bisa mengerek PDB global hingga US$5 triliun. Itu bukti perempuan berperan besar bagi ekonomi. Sri Mulyani mengatakan pengusaha perempuan bisa mengerek PDB global hingga Rp5 triliun atau Rp70 ribu triliun. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani menceritakan pentingnya peran perempuan bagi ekonomi. Bukan cuma untuk domestik, ia mengatakan perempuan juga mempunyai peranan besar bagi ekonomi global.

Ia mengatakan pengusaha-pengusaha perempuan berpotensi mengerek produk domestik bruto (PDB) global hingga US$5 triliun atau 3 persen-6 persen. Jika dikonversi menjadi rupiah dengan kurs Rp14 ribu per dolar AS, maka nilai kenaikannya setara dengan Rp70 ribu triliun.

Sri Mulyani menyatakan potensi itu berdasarkan perhitungan dari riset bertajuk State of The Global Islamic Economic Report. Potensi bisa terwujud jika pengusaha perempuan diberikan kesempatan yang sama dengan pria.


"Peranan perempuan jadi wirausaha dalam meningkatkan aktivitas potensi, peningkatan kontribusi PDB global sangat besar," ungkap Sri Mulyani dalam Seminar Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Rabu (21/4).

Sementara, Sri Mulyani menyatakan jika ada kesetaraan gender antara pria dan perempuan maka PDB global akan tumbuh hingga US$135 miliar atau Rp1.890 triliun pada 2025 mendatang. Hal ini berdasarkan studi McKinsey Global Institute pada 2018.

"Jadi dalam hal ini keterlibatan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat ekonomi dan dalam berikan kontribusi kepemimpinan sangat penting dan saling menguatkan," kata Sri Mulyani.

Di Indonesia sendiri, perempuan juga memiliki peranan yang luar biasa. Berdasarkan data yang ia miliki, 53,76 persen UMKM saat ini dimiliki oleh perempuan dan 97 persen karyawan UMKM adalah perempuan.

"Dan kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional sangat besar yaitu 61 persen," imbuh Sri Mulyani.

Dari sisi investasi, kontribusi perempuan mencapai 60 persen. Mayoritas perusahaan yang dimiliki perempuan bahkan sudah berorientasi ekspor.

[Gambas:Video CNN]

"Mereka sudah memiliki daya kompetisi ekspor dengan berikan pangsa hingga 14,4 persen," terang Sri Mulyani.

Bendahara negara itu menambahkan bahwa mayoritas penerima bantuan sosial melalui program keluarga harapan (PKH), bantuan sembako, bantuan langsung tunai (BLT) diberikan kepada kepala keluarga perempuan. Pasalnya, perempuan yang bertugas menjaga agar bantuan itu digunakan untuk hal-hal yang seharusnya.

"Mereka yang bertugas jaga agar keluarganya tetap berjalan dan anak-anaknya bisa sekolah, maka dukungan itu jadi luar biasa penting," pungkas Sri Mulyani.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK