Kemendag Ingin Usaha 'Wong Cilik' Rambah Asean via Elektronik

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 11:15 WIB
Kemendag mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pangsa pasar di Asia Tenggara. Kemendag mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pangsa pasar di Asia Tenggara. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia untuk memperluas pangsa pasar di Asia Tenggara melalui sistem elektronik.

"Pelaku UMKM Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas pangsa pasar di kawasan ASEAN. Hal itu juga karena Indonesia merupakan negara dengan sistem niaga elektronik (e- Commerce) paling maju di kawasan ASEAN," ujar Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono dalam keterangan resmi, Kamis (21/4).

Untuk itu, Kemendag menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion) yang mengangkat tema 'Integrasi E-Commerce oleh UMKM' di Depok, pekan ini. Sebelumnya, kegiatan serupa diselenggarakan di Tangerang pada 31 Maret 2021 lalu.


Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari ASEAN Agreement on E-Commerce dan salah satu bentuk kerja sama antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Goorita.com, Free Trade Agreement (FTA) Centre di Jakarta, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok.

Selain itu, Kemendag mendorong keikutsertaan para pelaku UMKM dalam kegiatan ASEAN Online Sale Day (AOSD) 2021, sebagai upaya promosi niaga-el di kawasan ASEAN yang akan berlangsung pada 8 Agustus 2021, bertepatan dengan peringatan hari lahir ASEAN.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok Zamrowi menambahkan pemerintah memberikan fasilitasi kepada UMKM dalam memperoleh sertifikasi, seperti sertifikasi halal, hak kekayaan intelektual, dan standar nasional Indonesia (SNI).

"Sertifikasi diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk UMKM yang akan dipasarkan di luar negeri," jelas Zamrowi.

[Gambas:Video CNN]

Selama pandemi, Zamrowi mencatat nilai ekspor sebesar US$146 juta atau meningkat 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya, US$117,1 juta.

Produk ekspor utama kota Depok antara lain produk farmasi dan alat kesehatan, furnitur, elektronik, makanan dan minuman, fesyen, dan rempah. Selain itu, kota Depok juga memiliki sekitar 1.800 industri kecil yang berpotensi ekspor.

(sfr/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK