Pembiayaan Utang APBN Melonjak 300 Persen Lebih di Maret 2021

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 19:42 WIB
Menkeu Sri Mulyani menuturkan total pembiayaan utang per Maret 2021 mencapai Rp328,5 triliun, melonjak 300 persen dari periode yang sama tahun lalu. Menkeu Sri Mulyani menuturkan total pembiayaan utang per Maret 2021 mencapai Rp328,5 triliun, melonjak 300 persen dari periode yang sama tahun lalu. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan total pembiayaan utang per Maret 2021 mencapai Rp328,5 triliun. Angka itu melonjak lebih dari 300 persen dari posisi Maret 2020 yang hanya Rp76,48 triliun.

Sri Mulyani menjabarkan pembiayaan utang itu berasal dari surat berharga negara (SBN) neto sebesar Rp337,2 triliun. Jumlahnya setara dengan 27,9 persen terhadap target APBN sebesar Rp1.207,3 triliun.

"Pembiayaan utang hingga saat ini mencapai 63,9 persen dari target semester I dan 27,9 persen dari target APBN," ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers, Kamis (22/4).


Sementara, pinjaman neto minus Rp8,7 triliun. Sri Mulyani menyebut pembiayaan utang menopang kebutuhan pembiayaan non utang, termasuk investasi.

"Ini juga menutup defisit APBN seiring upaya akselerasi pemulihan ekonomi dampak pandemi," terang Sri Mulyani.

Bendahara negara menjelaskan target pembiayaan utang akan dipenuhi dari penerbitan surat berharga negara (SBN). Nantinya, BI juga akan berkontribusi terhadap pembelian SBN sebesar Rp101,91 triliun.

Sementara, untuk pembiayaan investasi tercatat minus Rp5,6 triliun. Lalu, pemberian pinjaman, kewajiban penjaminan, dan pembiayaan lainnya terlihat belum ada realisasi pada Maret 2021.

"Realisasi pembiayaan investasi Rp5,6 triliun termasuk realisasi investasi kepada LMAN untuk pengadaan tanah proyek strategis nasional (PSN)," jelas Sri Mulyani.

Sebagai informasi, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp1.006 triliun untuk pembiayaan anggaran tahun ini.

Jumlah itu terdiri dari pembiayaan utang sebesar Rp1.177 triliun, pembiayaan investasi minus Rp184,5 triliun, pemberian pinjaman Rp400 miliar, kewajiban penjaminan minus Rp2,7 triliun, dan pembiayaan lainnya Rp15,8 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK