PLN Beri Diskon Naik Daya Demi Kejar Target Kompor Listrik

CNN Indonesia | Senin, 03/05/2021 14:05 WIB
PLN akan memberikan harga khusus bagi pelanggan listrik yang ingin menambah daya kelistrikan di rumahnya demi bisa menggunakan kompor listrik. PLN akan memberikan harga khusus bagi pelanggan listrik yang ingin menambah daya kelistrikan di rumahnya demi bisa menggunakan kompor listrik.(iStockphoto/brizmaker).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) alias PLN akan memberikan harga khusus bagi pelanggan listrik yang ingin menambah daya kelistrikan di rumahnya demi bisa menggunakan kompor listrik. Tambah daya nantinya hanya seharga Rp202 ribu per pelanggan.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan harga khusus ini diberikan untuk mempercepat tercapainya target 1 juta pengguna kompor listrik. Sebab, kompor ini setidaknya baru bisa digunakan untuk rumah tangga dengan kapasitas listrik 1.300 VA ke atas.

"Kalau daya rumah tidak cukup, PLN memberikan kemudahan untuk tambah daya sampai 11 ribu VA, biayanya hanya Rp202 ribu saja. Itu dengan kompor induksi (listrik) itu, dia bisa otomatis dapat voucher seperti itu," ujar Bob saat konferensi pers virtual, Senin (3/5).


Hari ini, PLN memberikan harga khusus ini kepada 140 pegawai DEN yang mulai hari ini akan menggunakan kompor listrik. "Nanti akan diberikan vouchernya sebanyak 140 kepada mereka," imbuhnya.

Kendati begitu, kebijakan harga khusus ini baru berlaku untuk pengguna listrik yang berdomisili di Pulau Jawa. Sebab, minatnya baru cukup banyak di lokasi ini.

"Ke depan, kita bisa untuk masyarakat tidak mampu, kita sedang proses dengan pemerintah untuk memasukkan ke RAPBN 2022. Kita usulkan bersama-sama agar bisa ada transformasi seperti dulu minyak tanah ke LPG," jelasnya.

Selain memberi harga khusus, BUMN kelistrikan itu juga akan menggunakan strategi sosialisasi mendalam penggunaan kompor listrik di kementerian, lembaga, hingga sesama perusahaan pelat merah.

"Sasaran kami kementerian, lembaga, dan tentu saja BUMN, seperti kemarin sudah MoU dengan sembilan BUMN Karya untuk pembangunan perumahan, juga dengan BTN dan Perumnas, berikutnya direktorat di Kementerian ESDM juga agar mereka lebih dulu pakai kompor listrik," terangnya.

Saat ini, Bob mencatat penggunaan kompor listrik baru mencapai 100 ribu pengguna. Jumlahnya baru 10 persen dari target 1 juta kompor listrik.

Untungkan RI

Di sisi lain, Bob mengatakan PLN ingin penggunaan kompor listrik masif karena secara pemakaian memang lebih menguntungkan masyarakat. Mulai dari biaya yang lebih hemat, efisien, mudah, cepat, hingga minim risiko terbakar.

Di luar keuntungan konsumen, Bob memastikan kompor listrik juga akan menguntungkan perekonomian Indonesia. Pertama, kebijakan kompor listrik bertujuan untuk menghentikan impor LPG pada 2030.

Kedua, memacu pembangunan pabrik kompor listrik di dalam negeri dan memperbesar serapan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang lebih besar. Saat ini, rata-rata TKDN kompor listrik sekitar 60 persen.

"Kami harapkan sudah bisa mencapai 70-80 persen ke depan, bahkan 100 persen," imbuhnya.

Ketiga, bila permintaan kompor listrik meningkat di dalam negeri, tentu pabrikan akan terbangun. Begitu juga dengan penyerapan tenaga kerja.

Harapannya, akan muncul pula perusahaan-perusahaan lokal sebagai produsen. Dengan begitu, kompor listrik bisa bermerek lokal, tidak asing saja yang bersaing di pasar dalam negeri.

"Kami berharap dengan konversi ini jangan sampai orang lain yang diuntungkan, maksudnya luar negeri yang diuntungkan, tapi bangsa Indonesia, sedapat mungkin kita gunakan untuk pabrik dalam negeri," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK