Potensi Pasar Dunia US$22 M, RI Lirik Ekspor Tanaman Hias

CNN Indonesia | Jumat, 07/05/2021 20:38 WIB
Pemerintah mulai melirik ekspor tanaman hias, mengingat potensi pasar global mencapai US$22 miliar, melampaui pasar kopi dan teh. Pemerintah mulai melirik ekspor tanaman hias, mengingat potensi pasar global mencapai US$22 miliar, melampaui pasar kopi dan teh. Ilustrasi tanaman hias. (iStockphoto/Picture-Project).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah mulai melirik ekspor tanaman hias (florikultura), mengingat potensi pasar global mencapai US$22,32 miliar. Potensi pasar tanaman hias di dunia ini bahkan melampaui pasar kopi dan teh.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia memiliki potensi pasar ekspor tanaman hias karena keanekaragaman hayati. Tetapi saat ini, Indonesia baru memenuhi pasar tanaman hias global sebesar 0,1 persen.

Yang tak kalah menarik juga potensi ekspor benih sayuran ke mancanegara. Menurut Airlangga, hampir semua sayur-sayuran di Indonesia memiliki potensi pasar di luar negeri, terutama di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Thailand.


Beberapa komoditas yang cukup banyak peminatnya, antara lain kangkung, tomat, buncis, labu, dan kacang panjang.

"Ke depan untuk peningkatan ekspor benih bisa ditingkatkan kerja sama beberapa perusahaan benih untuk membuka pasar ekspor dan promosi bersama ke luar negeri dengan fasilitas pemerintah," imbuh Airlangga dalam keterangan resmi, Jumat (7/5).

Ia menuturkan bisnis tanaman hias dan benih sayuran tersebut diharapkan bisa menumbuhkan lapangan pekerjaan baru. Namun begitu, keduanya membutuhkan peningkatan inovasi teknologi, pengembangan lahan produksi, standardisasi, dan sertifikasi produk.

Secara umum, sektor pertanian berkontribusi 2,15 persen pada ekspor Indonesia di Maret 2021. Ekspor pertanian secara kumulatif pada Januari - Maret 2021 sebesar US$1,05 miliar, naik 14,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Khusus untuk nilai ekspor florikultura, tercatat meningkat dalam tiga tahun terakhir. Pada 2018 nilai ekspornya sebesar US$12,07 juta. Lalu, naik 12,1 persen jadi US$13,53 juta di 2019. Kemudian, pada 2020 nilai ekspornya naik cukup signifikan menjadi US$19,98 juta.

Guna mendorong ekspor, pemerintah memberikan dukungan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Eximbank. Bentuk dukungan itu berupa pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berorientasi ekspor dengan maksimal omzet Rp50 miliar.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK