Bandara Djuanda Sepi Penumpang H-2 Lebaran

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 20:43 WIB
Larangan mudik menyebabkan jumlah penumpang di Bandara Djuanda turun drastis pada H-2 Lebaran 2021. Larangan mudik menyebabkan jumlah penumpang di Bandara Djuanda turun drastis pada H-2 Lebaran 2021. Ilustrasi. (Istockphoto/ShutterOK).
Jakarta, CNN Indonesia --

Penumpang terpantau lengang di Bandara Djuanda, Sidoarjo, Jawa Timur pada Selasa (11/5) atau H-2 Lebaran 2021. Kondisi itu tak lepas dari pemberlakuan larangan mudik sejak 6 Mei 2021.

"Pada periode prapeniadaan mudik rata-rata jumlah penumpang per hari mencapai 16-17 ribu. Sementara di periode peniadaan mudik yang sudah berjalan beberapa hari ini secara rata-rata hanya ada sekitar 1.600 penumpang per harinya," kata Legal and Communications Section Head PT Angkasa Pura I Djuanda Surabaya Yuristo Adhi di Sidoarjo, Jawa Timur, seperti dikutip dari Antara, Selasa (11/5).

Ia mengimbau calon penumpang di Bandara Internasional Juanda untuk sementara tetap di rumah guna mencegah penyebaran virus covid-19. Kecuali, apabila ada kepentingan mendesak yang tidak bisa ditinggalkan.


"Tidak mudik untuk Indonesia yang lebih baik," ucapnya.

Setiap orang yang menggunakan jasa penerbangan di periode peniadaan mudik wajib memenuhi syarat yang ditetapkan dalam SE Satgas Covid-19 dan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Tujuannya bukan untuk mudik tapi untuk kedinasan dan keperluan mendesak yang diatur dalam peraturan-peraturan tersebut," ujarnya.

Berdasarkan catatannya, pada 10 Mei 2021 atau H-3 Lebaran, jumlah penumpang untuk keberangkatan di Bandara Juanda sebanyak 304 orang. Kemudian untuk kedatangan sebanyak 928 orang jadi total 1.232 orang.

"Jumlah ini turun 17 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 lalu sebanyak 1.487 orang. Begitu juga dengan pergerakan pesawat juga mengalami penurunan sebanyak 15 persen dari 41 pesawat pada H-3 2020 menjadi 35 pesawat pada 2021," katanya.

Salah satu penumpang Rina mengaku menggunakan jasa angkutan udara untuk urusan pekerjaan.

"Saya asli Jakarta, datang ke Surabaya untuk urusan pekerjaan, sekarang sudah mau balik lagi ke Jakarta dengan menggunakan angkutan udara," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]



(sfr/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK