SoftBank Raup Laba Rp652 T, Tertinggi di Jepang

CNN Indonesia | Rabu, 12/05/2021 17:18 WIB
Perusahaan investasi Softbank Group melaporkan laba bersih tahunan sebesar US$45,8 miliar atau setara dengan Rp652,1 triliun. Perusahaan investasi Softbank Group melaporkan laba bersih tahunan sebesar US$45,8 miliar atau setara dengan Rp652,1 triliun.(AFP/TORU YAMANAKA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan investasi Softbank Group melaporkan laba bersih tahunan sebesar US$45,8 miliar atau setara dengan Rp652,1 triliun (asumsi kurs Rp14.266 per dolar AS). Laba tersebut membuat SoftBank menjadi perusahaan dengan laba terbesar di Jepang.

Dilansir dari AFP, SoftBank pun berhasil memulihkan kerugian dari reli saham teknologi yang merugi tahun lalu.

Perusahaan telekomunikasi yang berubah menjadi raksasa investasi telah mengalirkan uang ke beberapa nama besar di Silicon Valley. Berbagai investasi bidang usaha baru yang sedang naik daun dari mulai AI hingga bioteknologi melalui Vision Fund mencapai US$100 miliar.


"Sektor teknologi, tempat perusahaan memfokuskan strategi investasinya, telah terkena dampak positif dari percepatan adopsi layanan digital untuk mengatasi pandemi," kata SoftBank dalam sebuah pernyataan, Rabu (12/5).

Namun, mereka mengungkap tak ada jaminan akan berdampak positif ke depannya mengingat banyak ketidakpastian di masa pandemi.

Target laba bersih yang berhasil dikantongi SoftBank melampaui targetnya. Bahkan laba tersebut membuat Softbank menjadi salah satu perusahaan paling menguntungkan di dunia. Pada periode 2019-2020, SoftBank melaporkan rugi bersih sebesar 961,6 miliar yen. Saat itu menjadi rekor kerugian terbesar bagi perusahaan, terutama karena salah investasi di WeWork.

Namun, mereka dengan cepat membalikkan keuntungan melalui beberapa perusahaan rintisan seperti raksasa e-commerce Korea Selatan Coupang yang berhasil mengumpulkan US$4 miliar saat IPO. Perusahaan ini menjadi salah satu IPO terbesar di AS sepanjang tahun ini.

Nilai saham Vision Fund di aplikasi pengiriman makanan AS, DoorDash, juga meningkat pesat setelah IPO-nya pada bulan Desember. CEO Masayoshi Son, orang terkaya di Jepang menurut Forbes, pada Februari memuji Vision Fund sebagai 'angsa yang menghasilkan telur emas'.

Setelah mengubah SoftBank menjadi raksasa investasi, Son telah berjuang melawan kritik atas komitmennya pada start-up yang terkadang bermasalah, dan menepis keraguan atas program penjualan aset besar-besaran.

(fey/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK