Kemenkop Minta UMKM Go Digital Agar Tak Mati Saat Pandemi

CNN Indonesia | Kamis, 20/05/2021 00:51 WIB
Kementerian Koperasi dan UKM meminta para pengusaha wong cilik untuk mulai beradaptasi dengan sistem digital agar tidak mati di tengah pandemi. Kementerian Koperasi dan UKM meminta para pengusaha wong cilik untuk mulai beradaptasi dengan sistem digital agar tidak mati di tengah pandemi.Ilustrasi UMKM. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) meminta para pengusaha wong cilik untuk mulai beradaptasi dengan sistem digital agar tidak mati di tengah arus digitalisasi yang berkembang pesat di era pandemi covid-19.

"Era digitalisasi ini tidak akan mematikan (UMKM) asal kita bisa ikut berkembang, misalnya dengan memasarkan secara daring (dalam jaringan/online)," ujar Asisten Deputi Pengembangan Kawasan dan Rantai Pasok Kemenkop UKM Ari Anindya Hartika di diskusi KPCPEN secara virtual, Rabu (19/5).

Ari mengatakan adaptasi terhadap digitalisasi ini bukan cuma perlu secara sistem, tapi juga pada pemenuhan sumber daya manusia, pemasaran, hingga rantai pasok. Untuk sumber daya manusia, katanya, UMKM perlu meningkatkan kualitas pekerja agar melek digital.


Sementara untuk pemasaran, bisa dilakukan dengan media sosial. Sedangkan rantai pasok, dapat dikembangkan dengan sistem pencatatan yang terintegrasi dan berkomunikasi secara online, sehingga tak perlu tatap muka, apalagi di masa pandemi saat ini.

Lebih lanjut, Ari mengatakan Kemenkop punya empat pilar kebijakan untuk membantu UMKM agar semakin cepat go digital. Pertama, kebijakan koperasi modern.

Kedua, kebijakan mendorong usaha informal menjadi formal. Ketiga, kebijakan agar UMKM bisa masuk ke rantai pasok dan keempat, wirausaha produktif.

"Ini semua untuk mendorong UMKM ke ekosistem digital. Selain itu ada juga kemudahan izin usaha, pengembangan kemitraan strategis, inovasi pembiayaan, pelatihan, pendampingan, hingga inkubasi usaha untuk menambah daya dukung pengembangan UMKM," tuturnya.

Founder Roti Eneng Sarah Diana Oktavia sebagai salah satu pelaku UMKM mengungkapkan go digital mau tidak mau dilakukannya karena perkembangan kondisi bisnis di tengah pandemi covid-19 rupanya benar-benar mendesaknya untuk semakin gencar memasarkan produk secara online.

Semula pemesanan hanya pada media sosial dan pembelian langsung, tapi kini sudah ada di beberapa e-commerce. Mulai dari Tokopedia, Shopee, Go-food, hingga Grab-food.

"Awal pandemi itu masa yang sulit karena harus beradaptasi, akhirnya kita mulai perkuat posisi dengan ada di marketplace. Sekarang pesanan meningkat, omzet juga meningkat. Saat ini saya ada 26 pekerja," kata Sarah pada kesempatan yang sama.

Operation and Partnership Management 99 Persen Usahaku Telkomsel Roy Krisdianto mengatakan besarnya tren digitalisasi turut membuat program kemitraan dari Telkomsel beradaptasi agar tidak hanya bisa menjembatani UMKM dengan calon rekan bisnis seperti reseller dan sumber pembiayaan, tapi juga membuat UMKM go digital.

"Ini agar mitra kami bisa naik kelas karena orang banyak tahu UMKM itu misal hanya sebatas usaha kelontong, tapi dengan marketing system yang memanfaatkan digitalisasi mereka bisa jadi usaha yang lebih besar ke depan," tutur Roy.

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK