Serapan Anggaran PEN Baru 31,4 Persen per 11 Juni 2021

CNN Indonesia | Rabu, 16/06/2021 06:00 WIB
Realisasi anggaran PEN per 11 Juni 2021 mencapai Rp219,65 triliun atau baru 31,4 persen dari total anggaran Rp699,43 triliun. Realisasi anggaran PEN per 11 Juni 2021 mencapai Rp219,65 triliun atau 31,4 persen dari total anggaran Rp699,43 triliun.(Lukas - Biro Setpres).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) per 11 Juni 2021 mencapai Rp219,65 triliun atau baru 31,4 persen dari total anggaran Rp699,43 triliun.

Realisasi anggaran PEN tersebut meliputi bidang kesehatan Rp35,41 triliun, perlindungan sosial (Perlinsos) Rp64,04 triliun, program prioritas Rp37,1 triliun, dukungan UMKM dan korporasi Rp41,73 triliun, serta insentif usaha Rp41,73 triliun.

"PEN terus memberi stimulus fiskal kepada sektor yang memiliki multiplier effect," ujarnya dalam webinar BPK RI seri II, Selasa (15/6).


Lebih rinci, realisasi anggaran bidang kesehatan Rp35,41 triliun terdiri atas program diagnostic Rp24 miliar, therapeutic Rp15,89 triliun, vaksinasi Rp8,42 triliun, penelitian dan komunikasi Rp500 juta, BNPB Rp660 miliar, bantuan iuran JKN Rp260 miliar, insentif perpajakan kesehatan Rp3,09 triliun, serta penanganan kesehatan lainnya di daerah Rp6,83 triliun.

Kemudian serapan anggaran Perlinsos yang mencapai Rp64,04 triliun terdiri atas PKH Rp13,96 triliun, Kartu Sembako Rp17,3 triliun, BST Rp11,94 triliun, Kartu Pra Kerja Rp9,85 triliun, diskon listrik Rp4,74 triliun, BLT Desa Rp3,91 triliun, serta subsidi kuota Rp2,33 triliun.

Berikutnya, serapan program prioritas Rp37,1 triliun meliputi padat karya kementerian/lembaga Rp10,9 triliun, pariwisata Rp1,27 triliun, ketahanan pangan Rp11,3 triliun, ICT Rp3,09 triliun, kawasan industri Rp0,53 triliun, fasilitas pinjaman daerah Rp10 triliun, program prioritas lain Rp0,01 triliun.

Sementara serapan anggaran untuk dukungan UMKM dan korporasi yang mencapai Rp41,73 triliun terdiri atas BPUM Rp11,76 triliun, IJP UMKM dan korporasi Rp1,02 triliun, serta penempatan dana untuk restrukturisasi kredit perbankan Rp28,95 triliun.

"KUR sampai 14 Juni 2021 sudah mencapai Rp111,9 triliun dan ini 44,26 persen dari target yang sudah ditingkatkan menjadi Rp253 triliun diberikan kepada 3,06 juta debitur," imbuhnya.

Terakhir yakni insentif usaha yang serapannya mencapai Rp41,73 triliun terdiri dari insentif PPh 21 DTP sebesar Rp1,3 triliun oleh 90,2 ribu wajib pajak (WP), PPh Final UMKM ditanggung pemerintah (DTP) Rp310 miliar oleh 127 ribu WP, serta PPnBM DTP kendaraan bermotor Rp0,2 triliun dari lima WP.

Selanjutnya, serapan insentif PPN DTP Perumahan Rp60 miliar oleh 424 WP, pengurangan angsuran PPh 25 Rp15,39 triliun oleh 68,9 ribu, pengembalian pendahuluan PPN Rp7,25 triliun oleh 1,4 ribu WP, serta penurunan tarif PPh Badan Rp6,84 triliun.

"Pemerintah terus memonitor kendala-kendala yang muncul sehingga diharapkan realisasi dapat terus diakselerasi," pungkas Airlangga.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK