Keluh Kesah Penjual Sepeda Banting Harga Karena Sepi Pembeli

hrf, CNN Indonesia | Rabu, 16/06/2021 18:00 WIB
Penjualan sepeda yang merosot membuat sejumlah toko mulai banting harga. Pasalnya, pasokan sepeda membludak karena sempat boomingnya sepeda. Penjualan sepeda yang merosot membuat sejumlah toko mulai banting harga. Pasalnya, pasokan sepeda membludak karena sempat boomingnya sepeda. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Penjualan sepeda yang merosot membuat sejumlah toko mulai menurunkan harga jual. Toni, pemilik toko sepeda Maju di kawasan Pasar Lama, Tangerang, misalnya, mencatat penjualan turun sekitar 50 persen.

Namun, hanya beberapa jenis sepeda yang harganya diturunkan karena pasokannya berlebih, salah satunya sepeda lipat. Penurunan harga menurutnya bisa mencapai 20 persen jika dibandingkan akhir 2020.

"Sepeda lipat masih banyak stoknya, online juga enggak terjual. Kalau tanya turun ya pasti diturunkan harganya," ucapnya saat ditemui CNNIndonesia.com di tokonya, Rabu (16/7).


Menurut Toni merosotnya penjualan sepeda disebabkan daya beli masyarakat yang belum pulih. Pasalnya, sebelum pandemi, biasanya usai Idul Fitri penjualan mengalami kenaikan.

"Ya duitnya mungkin belum terkumpul. Ada duit tapi beli yang lain dulu, yang lebih penting. Kami penjual ya pasrah aja. Doanya sih bisa ramai. Tapi kalau sepi ya jalanin, ramai juga dijalanin aja," imbuhnya.

Memang ada faktor lain yang mendorong pertumbuhan penjualan seperti booming sepeda di kuartal III tahun lalu. Namun, faktor tersebut bersifat terbatas di kalangan menengah ke atas dan hanya terjadi dalam waktu dua bulan.

Lagi pula, ia yakin sejumlah faktor pendorong tersebut tak akan kembali terulang pada tahun ini. Faktor tersebut antara lain kejenuhan masyarakat karena kondisi PSBB sehingga mereka mencari alternatif rekreasi yang mudah, kesadaran untuk meningkatkan kesehatan agar menjaga imun tubuh, serta dampak sosial media yang memicu tren.

"Kemarin cuma sebulan dua bulan, paling tinggi di bulan 8, Agustus, tapi setelah itu kan turun lagi," ujarnya.

Tak hanya Toni, Hafiz, penjaga toko sepeda Bintang Timur Kuta Bumi juga merasakan adanya penurunan penjualan sejak Januari lalu. Jika dibandingkan periode sama tahun lalu, perbedaannya tidak terlalu drastis yakni sekitar 15 persen

Tapi jika dibandingkan penjualan pada semester kedua tahun lalu, penurunan penjualan mencapai 70 persen.

"Parah lah dibandingkan akhir tahun lalu. Karena kan ramai banget waktu itu yang cari sepeda" ucapnya.

Turunnya harga sepeda juga disebabkan oleh masih banyaknya stok yang belum terserap di pasar. Di Bintang Timur sendiri, deretan sepeda sudah tiga bulan terbungkus plastik dan belum terjual.

Belum lagi stok sepeda yang masih tersimpan di gudang. "Makanya untuk sementara bos setop pesanan dari supplier," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]



Bengkel Sepeda Berjalan Normal

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK