Iran Disebut Jual Minyak ke China di Pasar Gelap

CNN Indonesia | Rabu, 23/06/2021 08:52 WIB
Iran disebut menjual minyak ke China di pasar gelap menggunakan Iran disebut menjual minyak ke China di pasar gelap menggunakan "armada hantu" untuk mendanai program nuklir. Ilustrasi. (ATTA KENARE / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran disebut menjual minyak ke China melalui pasar gelap menggunakan "armada hantu" untuk mendanai program nuklir rahasianya.

Berdasarkan laporan The Mail on Sunday, negara itu menggandakan armadanya yang berlayar di bawah bendera negara lain menjadi 123 pada tahun lalu dan membiarkan China menyelundupkan hingga satu juta barel minyak per hari.

Pakar intelijen memperingatkan bahwa armada yang diperluas menunjukkan Iran meningkatkan pengembangan kemampuan nuklirnya meskipun ada pembatasan internasional.


"Armada hantu" tersebut menggunakan serangkaian teknik untuk menghindari sanksi saat berlayar di perairan internasional dengan kargo ilegal, termasuk mendaftarkan kapal di negara kecil tanpa kemampuan untuk memantau kapal tanker yang mengibarkan bendera mereka.

Kapal-kapal Iran juga disebut melakukan spoofing atau manipulasi GPS yang melaporkan posisi kapal sehingga tampak berada di tempat lain ketika berlabuh tanpa terdeteksi di area terlarang.

Citra satelit yang diberikan kepada The Mail on Sunday menunjukkan kapal-kapal armada ilegal yang diduga melakukan spoofing bulan lalu itu bepergian dengan yang lainnya untuk memuat minyak ke kapal-kapal China di Laut China Selatan.

Kapal juga menggunakan 'flag hopping' untuk mengalihkan pendaftaran mereka antar negara dan menutupi identitas mereka.

Sebelumnya, AS merancang sanksi untuk menghentikan Iran membiayai terorisme internasional dan mengembangkan program nuklirnya dengan melarang negara tersebut menjual minyak ke luar negeri.

Namun China mencemooh larangan tersebut dan meningkatkan transaksi rahasianya di laut selama enam bulan terakhir untuk membantu membiayai aktivitas nuklir Iran, menurut United Against Nuclear Iran (UANI), sebuah kelompok nirlaba internasional yang dipimpin oleh mantan duta besar AS untuk Iran.

China dilaporkan membeli rata-rata 700 ribu barel minyak ilegal Iran per hari hingga April, memuncak pada satu juta barel, dan menjadikannya pelanggan utama Teheran.

Armada kapal hantu yang membawa 18 juta barel saat ini diperkirakan berada di Laut Cina Selatan. Antara Februari dan Mei, UANI berhasil mengajukan permohonan untuk tujuh kapal dalam armadanya, termasuk 20 supertanker yang mampu membawa lebih dari dua juta barel minyak, agar bendera mereka dicabut setelah memperingatkan otoritas nasional dan perusahaan asuransi.

Armada dapat mengangkut hampir 100 juta barel minyak mentah atau bahan bakar dan hampir 12 juta barel bahan bakar gas cair senilai total £5,5 miliar. Selain China, negara lain yang membeli dari Iran termasuk Suriah dan Uni Emirat Arab.

Penasihat senior UANI Sir Ivor Roberts, mantan kepala kontra-terorisme Kantor Luar Negeri, mengatakan bahwa jika hanya seperenam dari kapal tanker armada yang lolos dari deteksi dan menyelesaikan pengiriman setiap minggu, Iran akan mengekspor 2,4 juta barel per hari atau 300 ribu lebih banyak dari sebelum sanksi diberlakukan kembali pada tahun 2018.

"Volume minyak pasar gelap yang dibeli China dari Iran sangat mengejutkan. Itu memberi rezim di Teheran mata uang asing yang dibutuhkan untuk membangun cadangannya, meningkatkan program nuklirnya dalam menghadapi sanksi internasional dan mengejar agenda sponsor terornya di luar negeri" ungkapnya.

Sementara itu otoritas Iran dan China belum menanggapi permintaan konfirmasi yang dilayangkan The Mail on Sunday.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK