Jokowi Sebut PPKM Mikro Tak Matikan Ekonomi Rakyat

CNN Indonesia | Rabu, 23/06/2021 17:12 WIB
Presiden Jokowi mengatakan penetapan PPKM skala mikro masih menjadi solusi yang paling tepat saat ini di tengah lonjakan kasus penularan covid-19. Presiden Jokowi mengatakan penetapan PPKM skala mikro masih menjadi solusi yang paling tepat saat ini di tengah lonjakan kasus penularan covid-19.(Biro Pers).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan penetapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro masih menjadi solusi yang paling tepat saat ini di tengah lonjakan kasus penularan covid-19. Pasalnya, kebijakan ini tak akan mematikan ekonomi rakyat.

"Kenapa memutuskan PPKM mikro? Pemerintah melihat masih jadi kebijakan paling tepat untuk saat ini karena bisa berjalan tanpa mematikan ekonomi rakyat," ungkap Jokowi dalam keterangannya secara virtual, Rabu (23/6).

Jokowi mengatakan kebijakan PPKM mikro akan membatasi kegiatan masyarakat. Menurutnya, PKM mikro dan lockdown memiliki esensi yang sama. Pemerintah sama-sama membatasi mobilitas di ruang publik.


"Untuk itu, tak perlu diperdebatkan lagi," tegas Jokowi.

Jika aturan PPKM mikro bisa diimplementasikan dengan baik, ia optimistis kasus penularan covid-19 bisa ditekan. Namun, Jokowi mengatakan implementasi PPKM mikro ini belum menyeluruh.

"Dan masih sporadis di beberapa tempat," katanya.

Untuk itu, ia meminta kepada gubernur, bupati, dan walikota untuk meneguhkan komitmennya dalam memperketat pelaksanaan PPKM mikro. Salah satunya dengan mengoptimalisasi posko yang sudah terbentuk di masing-masing wilayah.

"Fungsi utama posko mendorong mengubah perilaku masyarakat, memakai masker, jaga jarak, cuci tangan," jelas Jokowi.

Data pemerintah pada Selasa (22/6) menunjukkan total kasus positif covid-19 tembus 2.018.113 sejak pertama kali diumumkan pada awal Maret 2020 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tambahan kasus positif covid-19 menembus rekor tertinggi pada 21 Juni kemarin, yakni 14.536.

Penambahan kasus covid-19 terjadi hampir di seluruh daerah, khususnya Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada Selasa (22/6), Jawa Barat mencatatkan tambahan kasus harian tertinggi, yakni 3.432 orang.

Lalu, tambahan kasus di ibu kota sebanyak 3.221 kasus baru. Dengan demikian, jumlah penularan covid-19 di DKI Jakarta tembus 482.264 kasus.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK