Gubernur Bali Pede PCR Tak Gerus Minat Wisatawan Berkunjung

CNN Indonesia
Rabu, 30 Jun 2021 07:37 WIB
Gubernur Bali I Wayan Koster meyakini syarat masuk ke Bali melalui penerbangan dengan PCR swab tidak akan menggerus minat wisatawan untuk berkunjung. Gubernur Bali I Wayan Koster meyakini syarat masuk ke Bali melalui penerbangan dengan PCR swab tidak akan menggerus minat wisatawan untuk berkunjung. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Bali I Wayan Koster menyebut perubahan ketentuan masuk bali tidak akan menggerus minat wisatawan luar untuk mengunjungi Bali. Pemda Bali mulai menghapus tes GeNose dan mewajibkan tes PCR dan/atau tes Antigen mulai hari ini, Rabu (30/6).

Koster menyebut ini bukan pengetatan pertama kali yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali. Bercermin dari pengetatan yang dilakukan pada akhir tahun lalu ia meyakini kunjungan akan tetap stabil.

Saat ini, ia menyebut ada sekitar 8.000-9.000 orang yang memasuki Pulau Dewata lewat udara setiap harinya. Sedangkan untuk darat, ada lebih dari 10 ribu orang yang mendatangi Bali, baik itu untuk berwisata atau bekerja.

"Tidak memengaruhi (jumlah kunjungan wisata). Kan akhir 2020 kami perketat, yang berkunjung banyak juga," jelasnya dalam wawancara eksklusif dengan CNNIndonesia.com, Selasa (29/6).

Menurut dia, malah yang harus dilakukan untuk menarik kunjungan ke Bali adalah mengetatkan aturan guna menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa aman untuk berlibur ke Bali.

"Kalau nanti terjadi peningkatan kasus kan malah orang tidak nyaman berkunjung ke Bali, malah turun (kunjungan)," imbuhnya.

Koster menyebut aturan bakal dievaluasi untuk kembali direlaksasi bila kasus covid-19 di luar Bali, terutama di Pulau Jawa, mulai melandai.

"Kalau sudah landai kasusnya dan vaksinasi meningkat, saya rasa kami akan evaluasi pada saatnya. Mungkin tidak berlaku lagi harus PCR, tapi hanya Antigen," jelasnya.

Pemerintah Daerah Bali melarang seluruh masyarakat yang akan berkunjung menggunakan hasil tes covid-19 GeNose mulai Rabu (30/6). Ini dilakukan dalam rangka menekan penyebaran virus corona di Pulau Dewata.

Sebagai gantinya, Pemda Bali mewajibkan masyarakat atau wisatawan yang datang ke Bali menggunakan hasil tes covid dengan swab PCR yang berlakunya 2x24 jam bagi penumpang pesawat udara.

Sedangkan, untuk pelaku perjalanan darat dan laut diwajibkan melakukan tes swab PCR atau Antigen yang juga berlaku 2x24 jam.

Selain memperketat perjalanan, Koster menyatakan surat keterangan perjalanan ke Bali juga harus dilengkapi dengan kode QR untuk memastikan surat yang disertakan merupakan hasil tes asli.

Aturan dibuat untuk menghindari pemalsuan surat keterangan kesehatan yang marak dijual oknum tertentu.

"Untuk memastikan surat keterangan adalah asli dan tidak palsu, harus dilengkapi dengan QR code karena terus terang rupanya ada yang memalsukan surat keterangan dengan membayar, sehingga tanpa tes bisa mendapat surat keterangan swab dan antigen," bebernya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/bir)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER