Covid Menggila, Anggaran Kesehatan Ditambah Jadi Rp185,98 T

CNN Indonesia | Jumat, 02/07/2021 16:40 WIB
Penambahan anggaran kesehatan dalam pagu penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional untuk vaksinasi covid-19, pengobatan, dan perawatan covid-19. Penambahan anggaran kesehatan dalam pagu penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional untuk vaksinasi covid-19, pengobatan, dan perawatan covid-19. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani menambah anggaran kesehatan dalam pagu penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Rp13,14 triliun dari Rp172,84 triliun menjadi Rp185,98 triliun.

Ani, akrab sapaannya, menjelaskan penambahan anggaran pos kesehatan untuk vaksinasi covid-19, pengobatan (therapeutic), dan perawatan covid-19.

"Dengan perkembangan yang terjadi baik di vaksinasi, therapeutic, pengobatan, dan diagnostik maka kebutuhan penanganan kesehatan akan naik lagi menjadi Rp185,98 triliun," jelasnya pada konferensi pers Aspek APBN Terhadap Implementasi PPKM Darurat, Jumat (2/7).


Ia kemudian merincikan penggunaan alokasi kesehatan, vaksinasi sebesar Rp58 triliun dan pengobatan menjadi Rp59,1 triliun. Pos ini termasuk klaim pasien Rp40 triliun, insentif tenaga kesehatan Rp15,3 triliun, anggaran pusat Rp7,3 triliun dan TKDD Rp8 triliun.

Untuk insentif perpajakan kesehatan dianggarkan senilai Rp20,85 triliun, diagnostik Rp4,08 triliun, penanganan kesehatan lainnya di daerah Rp35,4 triliun, dan biaya lainnya Rp8,49 triliun.

Pada kesempatan sama, Ani juga menjelaskan realokasi atau perubahan anggaran dari beberapa pos lainnya dalam PEN. Pos Perlindungan Sosial misalnya mengalami kenaikan dari Rp148,27 triliun menjadi Rp149,08 triliun.

Pos Dukungan UMKM dan Korporasi turun dari Rp193,74 triliun menjadi Rp178,47 triliun. Kemudian, untuk Insentif Usaha naik dari Rp56,73 triliun menjadi Rp62,83 triliun. Terakhir, Program Prioritas turun dari Rp127,85 triliun menjadi Rp123,08 triliun.

[Gambas:Video CNN]



(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK