Menkeu Pangkas Utang Rp150 T dengan Saldo Anggaran Lebih 2020

CNN Indonesia | Rabu, 21/07/2021 20:08 WIB
Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan tambahan saldo anggaran lebih (SAL) 2020 dapat mengurangi penarikan utang mencapai Rp150,8 triliun. Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan tambahan saldo anggaran lebih (SAL) 2020 dapat mengurangi penarikan utang mencapai Rp150,8 triliun. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani akan mengurangi kebutuhan penarikan utang mencapai Rp150,8 triliun dengan memanfaatkan saldo anggaran lebih (SAL) atau kelebihan dana dari pelaksanaan APBN 2020 sebesar Rp186,67 triliun.

"Untuk 2021, SAL 2020 yang digunakan sebesar Rp186,67 triliun. Tambahan SAL ini untuk mengurangi utang mencapai Rp150,8 triliun. Jadi SAL ini kurangi utang dan tambah belanja," jelas Ani, sapaan akrabnya, saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2021, Rabu (21/7).

Kendati begitu, saat ini, SAL yang sudah dimasukkan ke APBN 2021 baru mencapai Rp15,8 triliun. Rencananya, sisanya akan digunakan untuk pelaksanaan APBN 2021 secara bertahap.


Selain menggunakan SAL, Ani juga berencana menggunakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dari APBN 2020 sebesar Rp135,9 triliun. Namun belum diketahui berapa total dana yang sudah digunakan saat ini.

"Masih ada SiLPA Rp135,9 triliun yang akan kami optimalisasi seperti tadi penggunaan SAL," tuturnya.

Sementara total pembiayaan utang yang sudah ditarik pemerintah mencapai Rp443 triliun sampai semester I 2021. Jumlahnya 37,6 persen dari target mencapai Rp1.177,4 triliun.

Kendati tak jadi menarik utang, Ani tetap optimis bahwa defisit anggaran tetap bisa ditutup. Defisit pun akan dijaga di kisaran Rp1.006,4 triliun atau 5,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Sebagai informasi, per semester I 2021, defisit anggaran mencapai Rp283,2 triliun atau 1,72 persen dari PDB.

[Gambas:Video CNN]



(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK