ITDRI-Gojek Jaring Talenta Digital di Kawasan Indonesia Timur

PT Telkom Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 21/07/2021 20:37 WIB
ITDRI dan Gojek berkolaborasi untuk mendapatkan talenta digital khususnya di Kawasan Timur Indonesia lewat Program Muda Maju Bersama 1.000 Startup. Direktur Digital Business Telkom M. Fajrin Rasyid menjadi pembicara dalam launching event Muda Maju Bersama 1.000 Startup yang dilaksanakan secara daring pada Jumat (16/7). (Dok. PT Telkom Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui Indonesia Telecommunication & Digital Research Institute (ITDRI) bersama dengan Gojek berkolaborasi untuk mendapatkan talenta digital dan eksplorasi inovasi melalui Program Muda Maju Bersama 1.000 Startup.

Program ini dikhususkan di daerah Kawasan Timur Indonesia yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua 

Peluncuran program ini dilaksanakan secara daring, Jumat lalu (16/7), dan dihadiri Direktur Digital Business Telkom Indonesia Fajrin Rasyid, Chairman Indonesia Telecommunication & Digital Research Institute Jemy Confido, Co- Founder & CEO Gojek Kevin Aluwi, dan Head of Indonesia Regions Gojek Gede Manggala.


Program Muda Maju Bersama 1.000 Startup hadir sebagai wadah bagi talenta Indonesia untuk dapat mengembangkan skill dan kapabilitas di bidang digital serta untuk mengeksplorasi ide-ide inovasi. 

Dalam sambutannya Direktur Digital Business Telkom Indonesia, Fajrin Rasyid, memberikan pesan kepada inovator dan digital talent di Indonesia untuk tidak berpikir jangka pendek, atau sukses dengan cepat.

"Karena realitanya membangun startup itu tidak mudah dan sangat sulit. Cara meningkatkan keberhasilan adalah dengan memiliki visi yang sangat besar. Ketika mengembangkan startup dan menemui masalah, ingat kembali akan visi tadi, bahwa membuat startup memang tidak mudah dan mudah-mudahan inovasi akan lebih muncul," kata Fajrin.

Sementara Chairman Indonesia Telecommunication & Digital Research Institute, Jemy Confido menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo yaitu untuk menyiapkan sebanyak 9 juta talenta digital dalam waktu 15 tahun ke depan.

"Artinya setiap tahun kita diharapkan dapat bisa menghasilkan 600 ribu digital talent. Ini adalah angka yang sangat menantang," kata Jemy.

Ia memaparkan, bahwa jika hanya menjaring dari jalur pendidikan formal, maka kemungkinan jumlah talenta digital yang didapatkan masi di bawah 100 ribu orang. Artinya, masih ada gap atau kekurangan (shortage) yang cukup besar dari target semula.

"Maka dengan Program Muda Maju Bersama 1.000 Startup Telkom dan Gojek mengajak untuk sama-sama membangkitkan kegairahan agar bisa lebih siap menjadi digital talent dan innovator, khususnya di Kawasan Timur Indonesia," ujar Jemy.

Sementara itu Co-Founder & CEO Gojek, Kevin Aluwi menyoroti soal ketimpangan kesempatan untuk masuk industri startup.

"Membangun inovasi berbasis teknologi itu sekarang kebanyakan hanya ada di kota-kota besar saja, dan sebagian besar di Jakarta. Kami lihat program ini memberikan beberapa keuntungan misalnya peserta akan didampingi dan diberikan bantuan dalam mengembangkan ide startupnya dalam bentuk intensive training selama 6 bulan, mencakup workshop, mentoring, dan banyak kesempatan untuk belajar dari orang-orang yang berpengalaman," kata Kevin.

Program Muda Maju Bersama 1.000 Startup akan berlangsung selama kurang lebih 7 bulan dengan berbagai kegiatan yang dapat diakses peserta melalui aplikasi Soundfren.

Beberapa kegiatannya adalah workshop, webinar, talk show, podcast, video learning dan mentoring untuk mendukung pengembangan kapabilitas talenta digital.

Selama periode program, para peserta akan didampingi untuk mengembangkan startup. Penyusunan kurikulum akan melibatkan kolaborasi ITDRI yang menjadi best practice pada bidangnya dan platform Gojek yang beberapa tahun terakhir menjadi acuan anak muda di Kawasan Timur Indonesia dalam meningkatkan soft skill yang tidak didapat di institusi formal.

(vws)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK