Tips Memulai Bisnis Daring Lewat Ekosistem Gojek

Gojek, CNN Indonesia | Rabu, 28/07/2021 12:06 WIB
Pandemi membuat tak sedikit orang memutuskan untuk berwiraswasta. Aplikasi Gojek mendukung digitalisasi UMKM melalui ekosistemnya yang lengkap. Pandemi membuat tak sedikit orang memutuskan untuk berwiraswasta. Aplikasi Gojek mendukung digitalisasi UMKM melalui ekosistemnya yang lengkap. (Foto: Gojek)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi Covid-19 mempercepat digitalisasi di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Pergerakan yang serba terbatas membuat manusia harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi demi bertahan hidup.

Pada saat bersamaan, digitalisasi memberi peluang besar bagi para pelaku usaha. Dengan jangkauan yang tak terbatas, semakin banyak orang tertarik untuk memulai usaha sendiri.

Umumnya, langkah pertama selalu menjadi kendala bagi pelaku usaha baru. Head of Food & Platform Merchant Marketing Gojek Felicia Wijaya mengatakan, melalui berbagai fitur Gojek kerap membagikan berbagai inspirasi untuk memulai usaha.


Ada tiga langkah yang setidaknya dapat dipelajari melalui aplikasi Gojek sebelum memulai sebuah usaha seperti berikut.

1. Tentukan produk

Sebagai permulaan, pelaku usaha harus terlebih dahulu menentukan produk yang akan dijual. Hal itu dapat diketahui antara lain dengan mengamati akun-akun media para selebriti dan influencer, atau memperhatikan banner-banner iklan pada GoFood.

"Karena kalau kita jual barang ternyata orang-orang enggak perlu atau enggak mau, kan nanti enggak banyak yang beli. Di GoFood misalnya, (bisa tahu) jualan apa yang lagi laris tahun ini. Kita tuh ngadain riset, analisa dari data-data kita untuk memprediksi tren tahun ini," tutur Felicia.

2. Tentukan target pasar

Felicia menekankan, ada dua hal yang harus diketahui, siapa pasarnya, dan lokasi penjualan yang sesuai. Misalnya menyasar segmen pekerja, maka usaha bisa dibuka di kawasan perkantoran.

Menurutnya, target pasar perlu dipastikan karena berkaitan langsung dengan daya beli. Sebagai contoh, daya beli pelajar tentu berbeda dengan daya beli ibu rumah tangga yang umumnya membeli dalam jumlah banyak untuk keluarga di rumah.

3. Susun perencanaan bisnis

Perencanaan bisnis atau business plan ini mencakup banyak hal, beserta pencanangan target yang akan diraih, baik harian, mingguan, bulanan, maupun tahunan. Pada prosesnya nanti, dapat dilakukan evaluasi berdasarkan target yang diinginkan, misalnya bahwa usaha memerlukan inovasi dalam strategi pemasaran.

"Tentuin nama brand-nya, pastikan foto produk bagus, bikin perkiraan modal usaha, cek harga jual masuk atau enggak ke target market," kata Felicia.

Selain media sosial, ekosistem Gojek juga bisa dimanfaatkan untuk melengkapi persiapan membuka usaha baru. Untuk pengusaha retail, Felicia menyarankan mengunduh GoStore, sementara GoBiz disebut lebih tepat untuk pengusaha kuliner.

Pada GoBiz, pelaku usaha akan mendapatkan daftar transaksi harian. Setiap pesanan yang masuk dipastikan tercatat secara otomatis, sehingga memperkecil kesalahan penghitungan omzet.

"Fitur unggulan GoBiz lain, bisa survei kecil-kecilan. Teman-teman bisa tahu produk apa yang paling laku di bulan ini atau di minggu ini, jadi bisa memprediksi, yang ini kemungkinan bulan depan laku juga nih, jadi bisa memperbanyak stok barang," ujar Felicia.

Pemanfaatan ekosistem Gojek tersebut semakin dimungkinkan karena Gojek merupakan aplikasi super yang melayani segala kebutuhan masyarakat, mulai transportasi, makanan dan minuman, kesehatan, sampai hiburan. Dengan puluhan ribu mitra, Gojek dapat mempermudah proses membuka usaha baru di tengah pandemi.

Felicia menambahkan, ada satu lagi langkah yang harus dijalankan pelaku usaha baru, yakni memulai bisnis.

"Mulai aja dulu. Kalau kata Gojek, pasti ada jalan," ujarnya.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK