Sodetan Ciliwung-KBT Ditargetkan Kelar Kuartal III 2022

CNN Indonesia | Kamis, 05/08/2021 22:21 WIB
Pemerintah menargetkan proyek Sodetan Sungai Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT) selesai pada kuartal III 2022 sebagai upaya pengendalian banjir di DKI Jakarta. Pemerintah menargetkan proyek Sodetan Sungai Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT) selesai pada kuartal III 2022 sebagai upaya pengendalian banjir di DKI Jakarta. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah menargetkan proyek Sodetan Sungai Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT) selesai pada kuartal III 2022.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat meninjau proyek tersebut pada Rabu (4/8).

"Jadi sodetan itu tinggal 600 meter lagi kurangnya, kita targetkan dengan PUPR dan diharapkan selesai ditahun 2022 di kuartal ke-3, jadi lebih cepat dari target sebelumnya," ujar Luhut dikutip dari keterangan resmi.


Proyek Sodetan Sungat Ciliwunge-KBT merupakan bagian dari rencana induk pengendalian banjir Ibu Kota DKI Jakarta mulai dari hulu ke hilir. Proyek ini dibangun sejak 2013 dan sempat terhenti sejak 2017 lalu.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, saat ini akan memulai lanjutan pembangunan sodetan dari Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.

Konstruksi sodetan ini berlokasi Kotamadya Jakarta Timur, Kecamatan Jatinegara. Awal sodetan di Kali Ciliwung Kelurahan Bidara Cina dan berakhir di sodetan di Kali Cipinang atau Kanal Banjir Timur kelurahan Cipinang Besar Selatan.

Sodetan Sungai Ciliwung ke KBT, terdiri dari 3 bangunan utama, yaitu Inlet, terowongan pembawa dan Outlet, dan direncanakan akan mengalirkan debit banjir dari sungai Ciliwung sebesar 60 meter kubik per detik ke Kanal Banjir Timur.

Sementara itu, di wilayah hulu, sedang dibangun Bendungan Ciawi yang direncanakan memiliki volume tampung 6,05 juta meter kubik dan luas genangan 39,40 hektar dengan biaya pembangunan sebesar Rp798,7 miliar.

Bendungan ini didesain untuk mengurangi debit banjir yang masuk ke Jakarta dengan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebelum sampai ke Bendung Katulampa yang kemudian mengalir ke Sungai Ciliwung.

Terbangunnya Bendungan Ciawi akan mereduksi banjir sebesar 111,75 meter kubik per detik. Sedangkan progres pembangunan Bendungan Ciawi saat ini mencapai 79 persen.

Selain Bendungan Ciawi, juga dibangun Bendungan Sukamahi dengan volume tampung sebesar 1,68 juta meter kubik dan luas area genangan 5,23 hektar. Terbangunnya Bendungan Sukamahi akan mereduksi banjir sebesar 15,47 meter kubik per det dan saat ini progresnya telah mencapai 81,083 persen.

Di hilir Jakarta, pemerintah melakukan normalisasi Sungai Ciliwung, salah satunya dengan proyek Sodetan Ciliwung-KBT. BBWS Ciliwung Cisadane Ditjen SDA juga telah menyelesaikan penambahan pintu air Manggarai dan Karet.

Debit banjir di Pintu Air Manggarai dengan dibangunnya Bendungan Ciawi (Cipayung) dan Bendungan Sukamahi adalah 577,05 meter kubik per detik.

Jika dikurangi dengan debit yang dialirkan ke Sodetan Kanal Banjir Timur maka debit di Pintu Air Manggarai sebesar 517,05 meter per detik, atau sekitar 11,9 persen serta dengan pergeseran waktu puncak banjir kira-kira 2 jam.

[Gambas:Video CNN]



(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK