KSSK Klaim Sistem Keuangan Stabil di Tengah Lonjakan Covid

CNN Indonesia | Jumat, 06/08/2021 11:13 WIB
Menkeu Sri Mulyani memastikan stabilitas sistem keuangan masih terjaga pada kuartal II seiring perbaikan kinerja ekonomi global dan domestik. Menkeu Sri Mulyani memastikan stabilitas sistem keuangan masih terjaga pada kuartal II seiring perbaikan kinerja ekonomi global dan domestik. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan stabilitas sistem keuangan masih terjaga di tengah lonjakan kasus covid-19 pada kuartal II 2021. Penilaian itu diambil setelah menggelar rapat dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Jumat (30/7) lalu.

Sebagai catatan, anggota KSSK terdiri dari menteri keuangan, gubernur Bank Indonesia, ketua dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan, dan ketua dewan komisioner Lembaga Penjamin Simpangan.

"Hasil pemantauan KSSK, stabilitas sistem keuangan kita seiring masuk kuartal II 2021 berada dalam kondisi normal di tengah meningkatnya kasus varian Delta," ujar Ani, sapaan akrabnya, dalam konferensi pers KSSK secara virtual, Jumat (6/8).


Ani menerangkan perbaikan kinerja ekonomi global berlanjut pada kuartal II 2021, ditopang oleh menguatnya perekonomian Amerika Serikat (AS) dan China. Tercatat, pada kuartal II 2021 lalu, ekonomi AS melaju 12 persen (yoy) dan China melaju 7,9 persen (yoy).

"Perkembangan ekonomi tersebut turut berdampak pada meningkatnya transaksi perdagangan global dan harga komoditas," ujarnya.

Angin segar pada perekonomian global turun berhembus ke Indonesia. Selain kinerja perekonomian dunia, ekonomi domestik juga dipengaruhi oleh kebijakan countercyclical pemerintah baik fiskal dan non fiskal, serta kebijakan moneter dan keuangan yang akomodatif.

Alhasil, selama April-Juni 2021, ekonomi RI tumbuh 7,07 persen secara tahunan. Khusus belanja negara, pertumbuhannya mencapai 9,38 persen pada semester I 2021.

Selain faktor basis yang rendah tahun lalu, tumbuh minus 5,3 persen, ekonomi kuartal II juga mendapat dorongan dari momentum Ramadan dan Idulfitri, serta berbagai bansos yang dikucurkan pemerintah.

"Belanja program bansos tentu memberikan dorongan bantuan kepada masyarakat terutama yang paling rentan. Hal ini mendorong komponen PDB (Pendapatan Domestik Bruto) dari sisi pengeluaran," terangnya.

Pada paruh kedua tahun ini, KSSK menekankan pentingnya mengendalikan penyebaran varian Delta. Untuk mengurangi dampaknya, upaya mitigasi dilakukan seperti penerapan PPKM dan meningkatkan alokasi anggaran penanganan kesehatan.

"Kami juga akan terus melakukan pemantauan detail terkait perkembangan korporasi terutama di berbagai level dan sektor usaha yang akan menjadi fokus monitoring KSSK," jelasnya.

Selanjutnya, KSSK akan berkomitmen untuk memperkuat sinergi demi menjaga stabilitas sistem keuangan dan momentum pemulihan ekonomi. Rencananya, KSSK akan kembali menggelar rapat berkala pada Oktober 2021.

"Tentu ini untuk observasi dan melihat detail perkembangan ekonomi hingga kuartal III dan terutama sistem stabilitas sistem keuangan," ujar Ani.

[Gambas:Video CNN]



(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK