Industri Teknologi India Bakal Capai Rp14.200 Triliun

CNN Indonesia | Jumat, 10/09/2021 12:42 WIB
Industri teknologi India diramal bakal bernilai Rp14.200 triliun pada 2030 mendatang. Industri teknologi India diramal bakal bernilai Rp14.200 triliun pada 2030 mendatang.(Istockphoto/metamorworks).
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekitar dua dekade yang lalu, India memulai transformasi teknologi dan hari ini ekonomi ketiga dunia tersebut telah menjadi kekuatan IT dunia.

Industri IT India berhasil mencetak orang kaya baru dan menyerap tenaga kerja. Tak berhenti di sana, India bersiap dengan pangsa baru di sektor teknologi, software as a service (SaaS).

Untuk diketahui, SaaS adalah layanan aplikasi berbasis komputasi awan (cloud) yang biasanya dapat diakses lewat aplikasi berbasis situs web. Layanan SaaS populer seperti Zoom, Microsoft, hingga aplikasi Google.


Menurut penelitian McKinsey & Co dan SaaSBoomi, industri SaaS India bakal bernilai US$1 triliun pada 2030 mendatang atau setara Rp14.200 triliun (kurs Rp14.200).

Selain itu, SaaS juga diprediksikan mampu mencetak 500 ribu pekerjaan baru. Saat ini, ada hampir seribu perusahaan sejenis di India, 10 di antaranya berstatus unicorn atau startup yang masing-masing setidaknya bernilai US$1 juta.

"Ini bisa menjadi kesempatan besar seperti yang terjadi di industri layanan IT tahun 90-an," ujar Girish Mathrubootham, CEO Freshworks, perusahaan SaaS ternama di India seperti dikutip dari CNN Business, Jumat (10/9).

Freshworks menawarkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada bulan lalu. Perusahaan didirikan lebih dari satu dekade lalu di Kota Chennai, di Selatan India.

Menjadi salah satu unicorn India tertua, Freshworks memiliki 50 ribu pengguna dan perusahaan bernilai US$3,5 miliar pada 2019 lalu.

Dari 10 unicorn SaaS India, enam di antaranya mendapat status unicorn bersamaan pada 2020. Tahun lalu, investor menyuntikkan dana US$1,5 miliar ke perusahaan SaaS India, empat kali lebih banyak dari 2018 atau 2019.

Pertumbuhan industri SaaS tak terbendung di era pandemi covid-19. Perusahaan di seluruh dunia menginvestasikan dana besar-besaran ke infrastruktur teknologinya.

Menurut survei KPMG, sektor bisnis menggelontorkan US$15 miliar per minggu pada tahun lalu ke industri teknologi agar dapat beroperasi selama WFH.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK