Melihat Tumpukan Utang Triliunan Rupiah BUMN per Juni 2021

CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 06:45 WIB
Sejumlah BUMN memiliki tumpukan utang triliunan rupiah sampai dengan Juni kemarin. Berikut rinciannya. Sejumlah BUMN memiliki tumpukan utang triliunan rupiah. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali mengungkit tumpukan utang perusahaan pelat merah. Kali ini buka-bukaan ia lakukan di hadapan anggota Komisi VI DPR RI.

Salah satu perusahaan yang ia sebut punya tumpukan utang adalah PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau holding PTPN.

Erick membongkar praktik korupsi terselubung yang terjadi di PTPN. Ia menyebut praktik korupsi terselubung telah memicu tumpukan utang di PTPN III hingga Rp43 triliun.


"Utang Rp43 triliun adalah penyakit lama dan ini saya rasa korupsi terselubung yang harus dibuka dan ditutup yang melakukan ini," ungkap Erick dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (22/9).

Dalam kesempatan berbeda, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan pernyataan Erick terkait persoalan utang di PTPN adalah gambaran masa lalu. Dengan kata lain, korupsi terselubung yang disebut Erick terjadi di masa lampau.

"Yang sekarang jauh lebih baik. PTPN sudah melakukan banyak upaya agar kasus pada masa lalu tak terulang," ucap Arya.

Utang BUMN seakan menjadi pembahasan yang tak pernah ada habisnya. Hal ini kerap menjadi perhatian banyak pihak karena menyangkut perusahaan negara.

[Gambas:Video CNN]

Lantas, bagaimana posisi utang BUMN lainnya saat ini?

1. PT Garuda Indonesia (Persero)

Mengutip laporan keuangan perusahaan, Garuda Indonesia tercatat memiliki kewajiban (liabilitas) atau utang sebesar US$12,96 miliar atau Rp184,03 triliun (asumsi kurs Rp14.200 per dolar AS) per semester I 2021.

Posisi utang tersebut naik 1,8 persen dibandingkan dengan periode semester I 2020 lalu yang hanya US$12,73 miliar atau Rp180,76 triliun.

Jika dirinci, total liabilitas ini terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar US$5,05 miliar atau Rp71,71 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar US$7,9 miliar atau Rp112,18 triliun.


2. PT Waskita Karya (Persero)

Dalam laporan keuangan perusahaan, total liabilitas Waskita Karya sebesar Rp89,73 triliun per semester I 2021. Angkanya naik 0,8 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp89,01 triliun.

Jumlah tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp48,55 triliun dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp41,18 triliun.


3. PT Wijaya Karya (Persero)

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Wijaya Karya mencatatkan total liabilitas sebesar Rp45,8 triliun dalam 6 bulan pertama tahun ini. Angkanya turun dari posisi yang sama tahun lalu, yakni Rp51,45 triliun.

Jika dirinci, liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp33,11 triliun dan jangka panjang sebesar Rp12,69 triliun.


4. PT Adhi Karya (Persero)

Total liabilitas Adhi Karya tercatat sebesar Rp33,34 triliun per Juni 2021. Jumlahnya naik 2,5 persen dari Juni 2020 yang sebesar Rp32,51 triliun.

Jumlah tersebut terdiri dari liabilitas jangka panjang sebesar Rp27,63 triliun dan jangka pendek sebesar Rp5,71 triliun.


5. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PTPP

PTPP mencatatkan liabilitas sebesar Rp41,27 triliun sepanjang semester I 2021. Realisasi tersebut naik dari posisi semester I tahun lalu yang sebesar Rp39,46 triliun.

Rinciannya, liabilitas jangka pendek sebesar Rp30,41 triliun dan jangka panjang Rp10,86 triliun.


6. PT PLN (Persero)

Laporan keuangan PLN menunjukkan total liabilitas sebesar Rp643,85 triliun per semester I 2021. Jumlahnya turun dari semester I 2020 yang sebesar Rp649,24 triliun.

Liabilitas itu terdiri dari jangka panjang Rp500,3 triliun dan pendek sebesar Rp143,55 triliun.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK