Chengxin China Akan Investasi Pabrik Baterai Listrik di RI

CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 10:48 WIB
China Chengxin Lithium akan mengambil 65 persen saham proyek lithium bersama Stellar Investment Pte untuk mendirikan pabrik baterai listrik di Morowali. China Chengxin Lithium akan mengambil 65 persen saham proyek lithium bersama Stellar Investment Pte untuk mendirikan pabrik baterai listrik di Morowali. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan lithium asal China Chengxin Lithium akan mengambil 65 persen saham dalam proyek lithium di Indonesia senilai US$350 juta. Investasi di pabrik baterai listrik tersebut dilakukan untuk membangun kapasitas produksi di luar negeri.

Stellar Investment Pte dari Singapura akan menjadi pemegang 35 persen saham sisanya dan telah diajukan kepada Bursa Efek Shenzhen. Nantinya, perusahaan patungan itu bernama PT ChengTok Lithium Indonesia.

Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) akan menjadi lokasi pendirian pabrik yang membuat bahan kimia lithium dalam baterai kendaraan listrik (EV). Selain itu, kawasan ini juga akan menjadi rumah bagi beberapa proyek investasi China, termasuk nikel dan kobalt.


Diperkirakan perusahaan ini dapat menghasilkan 50 ribu ton lithium hidroksida per tahun dan 10 ribu ton lithium karbonat per tahun.

"Investasi ini akan sangat memperluas kapasitas produksi bisnis garam lithium perusahaan," kata Chengxin dikutip dari Antara, Jumat (24/9).

Setelah dioperasikan, pendapatan dan profitabilitas perusahaan dapat meningkat secara signifikan.

Dalam laporan terpisah, Chengxin akan mengambil langkah lain di Hong Kong lewat anak usahanya yang telah setuju untuk membeli penambang Argentina Salta Exploraciones S.A. senilai US$37,7 juta.

Indonesia sendiri telah melarang ekspor bijih nikel dalam rangka memproses lebih banyak sumber daya dan mendirikan rantai pasok baterai EV di di dalam negeri.

LG Energy Solution dan Hyundai Motor Group asal Korea Selatan sudah mulai melakukan pembangunan pabrik baterai senilai US$1,1 miliar di Jawa Barat.

[Gambas:Video CNN]



(fry/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK