Gandeng KAI, Ridwan Kamil Aktifkan Kembali Rel KA di Jabar

CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 23:58 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggandeng PT KAI untuk mereaktivasi sejumlah rel kereta api di Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggandeng PT KAI untuk mereaktivasi sejumlah rel kereta api di Jawa Barat. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah).
Bandung, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menandatangani kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk mereaktivasi sejumlah jalur kereta api di wilayahnya. Salah satunya, jalur kereta api Bandung-Garut.

Ia berkeinginan operasi jalur KA Bandung-Garut nantinya bisa diresmikan Presiden Joko Widodo.

"Makanya tahun ini jalur Bandung-Garut selesai, saya inginnya coba dengan Pak Dirut. Survei dulu sebelum saya undang Pak Presiden untuk meresmikan," Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Kantor Pusat KAI, Kota Bandung, Kamis (23/9) malam.


Emil, sapaan akrabnya berharap agar reaktivasi jalur kereta ini tidak berhenti sampai di sini. Apalagi masih cukup banyak jalur kereta lama peninggalan Belanda yang belum diaktifkan.

Selain itu, Emil juga berharap agar ada jalur kereta baru di bagian selatan Jabar agar potensi pariwisata di pantai selatan yang sangat besar namun belum ditunjang infrastruktur kereta api bisa hidup.

"Harapan saya agenda terdekat adalah mencoba jalur Bandung-Garut supaya menyemangati pariwisata," ujarnya.

Seperti diketahui, reaktivasi kereta api stasiun Cibatu-Garut kota dilakukan sepanjang 19,8 kilometer. Saat ini seluruh fasilitas layanan di Stasiun Garut Kota sudah rampung 100 persen sejak akhir tahun lalu. Namun datangnya pandemi Covid-19 sejak awal tahun lalu, menghambat peresmian pengoperasian kereta api bagi warga.

Selain Jawa Barat bagian selatan, Ridwan Kamil juga mempunyai mimpi mengaktifkan kembali jalur kereta Bandung-Ciwidey.

[Gambas:Video CNN]

"Salah satu impian saya ke Ciwidey, karena kalau semua pakai motor sekarang itu pertumbuhan kami itu sudah tren (naik)," ucap mantan Wali Kota Bandung itu.

Dalam kesempatan itu, Emil bersama Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menandatangani langsung nota kerja sama kereta api cepat Jakarta - Bandung dan pembangunan taman kereta api Indonesia di Kota Bandung.

"Mimpi dan harapannya, Jawa Barat penuh dengan jalur kereta api tapi dalam sejarah republik ini tidak banyak jalur baru. Yang ada jalur zaman Belanda yang sekarang mau diaktivasi," ujarnya.

Salah satu upaya dengan membangun kereta cepat Jakarta-Bandung yang akan menjadi yang pertama di Asia Tenggara (Asean). Nantinya kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan melahirkan peradaban kota baru di jalur yang dilewati.

"Orang sering lupa membangun jalur itu disangkanya hanya untuk mengangkut orang dan barang itu baru 50 persen. 50 persennya itu adalah menjadi katalisator pusat pertumbuhan baru. Tanpa kereta cepat tidak ada Kota Baru Walini, Karawang, dan Tegalluar," cetus Emil.

Sementara itu, terkait pembangunan taman kereta api Indonesia, KAI akan menggandeng juga Institut Teknologi Bandung dan Pemerintah Kota Bandung selaku pemilik wilayah. Mengenai tanahnya bisa memanfaatkan aset yang dimiliki KAI.

"Kalau boleh saran lokasi itu di Laswi, ada kereta api, di pertigaan itu kalau dikosongkan dijadikan taman karena diapit jalan. Kalau itu diizinkan setahun beres," tutur Emil.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo menyambut baik kerja sama ini. Dirinya berharap pertemuan kali ini bisa menjadi awal yang baik untuk kerja sama di masa mendatang.

"Saya ucapkan terima kasih, semoga pertemuan ini menjadi awal yang baik yang akan kita tindak lanjuti dengan pertemuan-pertemuan strategis sehingga apa yang kita visikan bisa kita wujudkan bersama," ujarnya.

(hyg/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK