KCIC Kebut Konstruksi dan Pemeliharaan Operasi Kereta Cepat

CNN Indonesia | Sabtu, 25/09/2021 05:57 WIB
PT KCIC mempercepat konstruksi dan persiapan pemeliharaan operasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung, termasuk menyiapkan sistem persinyalannya. PT KCIC mempercepat konstruksi dan persiapan pemeliharaan operasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung, termasuk menyiapkan sistem persinyalannya. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT KCIC mempercepat konstruksi dan persiapan pemeliharaan operasi (operation maintenanceKereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Hal ini termasuk menyiapkan sistem persinyalan karena menjadi salah satu kunci safety operation.

Manager Technical Design KCIC Indra Yulianto mengatakan persinyalan kereta cepat akan menggunakan teknologi GSM-R sebagai teknologi transmisi data (train control data). Teknologi itu mengadopsi teknologi yang dipakai di China Railway.

China Railway, kata Indra, menggunakan sistem persinyalan CTCS-2 dan CTCS-3/GSM-R untuk mendukung pengoperasian jalur kereta cepat sepanjang 37.900 km.


Menurut Indra, CTCS-2 digunakan untuk mendukung pengoperasian kereta cepat dengan kecepatan maksimal 300 km/jam dan CTCS-3/GSM-R dengan kecepatan maksimal 350 km/jam.

Ia mengatakan pihaknya memilih GSM-R karena sudah terbukti dari sisi keselamatan. Selain itu, teknologi tersebut juga sudah digunakan beberapa operator kereta cepat, seperti Eropa, China, Arab Saudi, dan Maroko.

"Teknologi GSM-R ini adalah yang paling mapan dan sudah terbukti dari berbagai sisi untuk digunakan pada Kereta Api Cepat. Terutama dari sisi keamanan. Teknologi ini stabil, dari sisi proteksi terhadap interferensi frekuensi," ujar Indra, dikutip dari Antara, Jumat (24/9).

Sementara, teknologi lain yang berbasis LTE masih dalam tahap pengembangan. China Railway menjadi salah satu pihak yang mengembangkan teknologi tersebut.

[Gambas:Video CNN]

"China Railway baru melakukan tahapan pengembangan teknologi LTE untuk mendukung pengoperasian kereta cepat," imbuh Indra.

Lebih lanjut ia menjelaskan kereta cepat Jakarta-Bandung juga dilengkapi dengan sistem dalam teknologi kontrol sistem perkeretaapian. Sistem ini untuk mengantisipasi bila terjadi gangguan persinyalan pada frekuensi GSM-R.

"Sehingga ketika terjadi gangguan GSM-R secara tiba-tiba, hal ini tidak serta merta mengganggu operasional kereta cepat," ucap Indra.

GM Corporate Secretary Mirza Soraya menambahkan bahwa KCIC sedang membahas kerja sama penggunaan frekuensi Telkomsel untuk mendukung persinyalan. KCIC juga berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam proses kerja sama tersebut.

Salah satu poin yang menjadi pembahasan dalam proses kerja sama tersebut adalah batasan yang aman. Dengan demikian, frekuensi GSM-R di pita 900 MHz untuk kereta cepat tak mengganggu jaringan GSM yang digunakan masyarakat umum.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK