Belajar Investasi Kripto, Memanfaatkan Momentum Reli Bitcoin
Dinda Audriene | CNN Indonesia
Sabtu, 09 Okt 2021 09:38 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Harga kripto semakin menggila. Bagi Anda yang baru belajar investasi, tentu tidak ingin melewatkan momentum ini. (iStockphoto).
Jakarta, CNN Indonesia --
Harga bitcoin (BTC) semakin 'menggila' akhir-akhir ini. Mata uang kripto dengan nilai kapitalisasi terbesar itu tembus di kisaran US$54 ribu per keping. Bahkan, sempat menyentuh US$55.147 per Kamis (7/10).
Mengutip coinmarket.com, bitcoin berada di level US$54.479 per keping. Angkanya naik 0,52 persen dalam 24 jam terakhir atau 26,35 persen dalam tujuh hari terakhir.
Harga bitcoin telah beberapa kali melonjak hingga memecahkan rekor. Dilansir dari CNN Business, bitcoin sempat mencapai level tertingginya di level US$20 ribu per keping pada 2017 lalu.
Namun, harga bitcoin anjlok ke level US$3.000 per keping pada 2019. Hal ini lantaran China bertindak keras terhadap bisnis mata uang kripto.
Kemudian, harga berbalik menguat (rebound) ke level US$8.000 pada Mei 2019. Tak sampai di situ, harga bitcoin semakin melambung hingga menyentuh US$20 ribu per keping pada Desember 2020.
Bitcoin pun terlihat semakin bergerak kencang dan tembus US$30 ribu per keping pada awal 2021. Kini, bitcoin sudah bertengger di atas US$54 ribu per keping.
Jika melihat trennya, bitcoin seakan tumbuh stabil di tengah pandemi covid-19. Jika seseorang membeli bitcoin pada 2017, keuntungannya sudah lebih dari 100 persen.
Hal ini tentu menarik bagi masyarakat yang ingin mencoba berinvestasi dan menikmati cuan berkali-kali lipat.
Diketahui, uang kripto masih dilarang sebagai alat bayar di Indonesia. Namun, kripto termasuk komoditas bursa berjangka, sehingga tak masalah selama digunakan sebagai investasi maupun komoditas yang diperjualbelikan oleh para pelaku pasar.
Uang kripto diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan lewat Peraturan Bappebti No 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka.
Lantas, apa saja hal-hal yang harus disiapkan jika ingin mencoba berinvestasi pada mata uang kripto?
Pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Bitocto Milken Jonathan menjelaskan masyarakat harus mencari platform yang memperdagangkan mata uang kripto secara legal dan sudah terdaftar di Bappebti.
Bitocto, kata Milken, adalah salah satu platform yang sudah legal dan terdaftar di Bappebti. "Bisa langsung ke platform. Pada dasarnya crypto exchange platform sudah melakukan semua fungsi bursa, kliring, dan lain-lain," ungkap Milken kepada CNNIndonesia.com, Kamis (7/10).
Senada, CEO Indodax Oscar Darmawan menjelaskan masyarakat harus mencari platform yang memperdagangkan aset kripto untuk mulai berinvestasi. Jika memilih Indodax, masyarakat dapat mengunduh aplikasi di App Store atau Playstore.
"Setelah itu pemula bisa melakukan registrasi dengan mengikuti petunjuk yang sudah tertera di menu registrasi," kata Oscar.
Kemudian, masyarakat akan menerima e-mail untuk melakukan verifikasi. Jika sudah melakukan verifikasi, masyarakat dapat kembali ke laman resmi platform dan masuk menggunakan e-mail serta password yang telah didaftarkan.
"Setelahnya, pemula melakukan otentikasi dua arah," imbuh Oscar.
Jika semua proses sudah dilakukan, maka masyarakat bisa langsung melakukan transaksi.
2. Uang Dingin
Sementara, Milken menjelaskan masyarakat sebaiknya menggunakan 'uang dingin' untuk berinvestasi pada aset kripto. Uang dingin berarti dana yang tidak akan dipakai dalam jangka waktu tertentu.
Hal ini agar arus kas keuangan (cashflow) tak terganggu. Dengan demikian, dana yang diinvestasikan tak harus ditarik dalam jangka pendek.
Selain itu, Milken menyarankan agar masyarakat memulai investasi dengan memilih aset kripto 'blue chip'. Aset yang dimaksud, yakni bitcoin dan ethereum (ETH).
"Mulai investasi aset kripto dengan fokus kepada bitcoin dan ethereum pada tahap awal sebagai pemula," kata Milken.
Menurut Milken, blue chip atau non blue chip dapat dilihat dari nilai kapitalisasi pasar, nilai perdagangan, likuiditas, serta seberapa banyak platform yang memperdagangkan uang kripto tersebut.
"Definisi blue chip dari perspektif saya hanya dua, bitcoin dan ethereum saja, karena dari nomor tiga ke bawah sudah mulai sering naik turun peringkat nilai kapitalisasi pasarnya," jelas Milken.
4. Banyak Baca dan Ikuti Perkembangan
Selanjutnya, Milken mengatakan masyarakat harus rajin membaca terkait investasi kripto. Hal ini agar masyarakat paham mengenai berbagai istilah di aset kripto, tren pergerakan uang kripto, dan fundamentalnya.
Selain itu, masyarakat yang berinvestasi di instrumen apapun, termasuk uang kripto harus tahu perkembangan di dalam negeri dan global. Pasalnya, hal itu akan mempengaruhi pergerakan uang kripto.
"Harus keep up to date dengan berita," imbuh Milken.
Ia menjelaskan beberapa sentimen fundamental yang mempengaruhi uang kripto adalah situasi ekonomi, regulasi, dan politik. Jadi, masyarakat harus paham dengan dinamika tersebut. "Tetapi, tentu untuk kripto ini ada sentimen dan market cycle-nya sendiri," kata Milken.
Sebagai contoh, berita terkait Presiden El Salvador Nayib Bukele yang melegalkan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negara tersebut telah memberikan sentimen positif untuk uang kripto.
"Misalnya berita positif terkait dengan El Salvador membuat harga naik. Sebaliknya, mining ban di China sempat membuat bitcoin turun. Contoh lain, penguatan dolar AS juga bisa membuat harga bitcoin melemah dan sebaliknya," papar Milken.
Senada, Oscar juga mengingatkan masyarakat untuk mempelajari uang kripto jika ingin mencicipi cuan dari instrumen tersebut.
Ia menjelaskan aset kripto yang bagus adalah yang memiliki likuiditas tinggi. Hal ini ditandai dengan volume perdagangan yang besar, diperdagangkan di banyak platform, dan punya jumlah anggota komunitas banyak.
"Sudah sewajarnya jika aset kripto dengan kriteria bagus seperti demikian harganya pasti akan terus naik dan menguntungkan trader," kata Oscar.
Oscar menyebut jika seseorang memilih berinvestasi dalam jangka pendek, maka aset kripto yang paling menguntungkan adalah jenis aset kripto utilitas, seperti bitcoin.
"Karena pada umumnya mereka (jenis aset kripto utilitas) mempunyai volatilitas harga yang tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan trader untuk melakukan aksi beli dan jual," terang Oscar.
Kemudian, jika mencari aset kripto dengan harga stabil, Oscar menyebut masyarakat bisa memilih tether (USDT). Harga dari uang kripto itu akan bergantung dengan harga emas, perak, dolar AS.
"Aset kripto jenis ini juga menguntungkan trader jika digunakan sebagai alat penyimpan nilai dikarenakan harganya yang cenderung stabil," kata Oscar.
Ketika harga aset kripto sedang meradang, Oscar mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan momentum untuk membeli di harga murah. Pasalnya, hal itu akan memberikan keuntungan besar kepada investor ketika harganya sudah kembali naik.
"Investasi itu kan pada dasarnya adalah membeli sesuatu di harga murah dan menjualnya di saat mahal. Jadi, momen aset melemah bisa menjadi waktu untuk membeli, disimpan, dan dijual saat harga naik," papar Oscar.
Ia mencontohkan bitcoin sempat menembus level tertingginya di angka US$60 ribu per keping. Dengan demikian, masyarakat yang sebelumnya sudah membeli bitcoin di level US$40 ribu-US$50 ribu per keping, lalu menjualnya di harga US$60 ribu per keping, maka akan mendapatkan keuntungan sekitar 20 persen-50 persen.
Sementara, Milken menjelaskan bahwa penurunan dan kenaikan harga kripto merupakan hal yang wajar. Ketika melemah, investor bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan aset dengan harga lebih murah.
Namun, ia menyatakan bitcoin sebagai salah satu uang kripto terus berada dalam tren kenaikan. Hal ini lantaran pasokan bitcoin terbatas di pasar.
Milken berpesan masyarakat sebaiknya jangan menjual ketika harga kripto berada di titik support atau level rendah dan jangan membeli ketika harga berada di area resistance atau level tinggi.
Jakarta, CNN Indonesia --
Harga bitcoin (BTC) semakin 'menggila' akhir-akhir ini. Mata uang kripto dengan nilai kapitalisasi terbesar itu tembus di kisaran US$54 ribu per keping. Bahkan, sempat menyentuh US$55.147 per Kamis (7/10).
Mengutip coinmarket.com, bitcoin berada di level US$54.479 per keping. Angkanya naik 0,52 persen dalam 24 jam terakhir atau 26,35 persen dalam tujuh hari terakhir.
Harga bitcoin telah beberapa kali melonjak hingga memecahkan rekor. Dilansir dari CNN Business, bitcoin sempat mencapai level tertingginya di level US$20 ribu per keping pada 2017 lalu.
Namun, harga bitcoin anjlok ke level US$3.000 per keping pada 2019. Hal ini lantaran China bertindak keras terhadap bisnis mata uang kripto.
Kemudian, harga berbalik menguat (rebound) ke level US$8.000 pada Mei 2019. Tak sampai di situ, harga bitcoin semakin melambung hingga menyentuh US$20 ribu per keping pada Desember 2020.
Bitcoin pun terlihat semakin bergerak kencang dan tembus US$30 ribu per keping pada awal 2021. Kini, bitcoin sudah bertengger di atas US$54 ribu per keping.
Jika melihat trennya, bitcoin seakan tumbuh stabil di tengah pandemi covid-19. Jika seseorang membeli bitcoin pada 2017, keuntungannya sudah lebih dari 100 persen.
Hal ini tentu menarik bagi masyarakat yang ingin mencoba berinvestasi dan menikmati cuan berkali-kali lipat.
Diketahui, uang kripto masih dilarang sebagai alat bayar di Indonesia. Namun, kripto termasuk komoditas bursa berjangka, sehingga tak masalah selama digunakan sebagai investasi maupun komoditas yang diperjualbelikan oleh para pelaku pasar.
Uang kripto diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan lewat Peraturan Bappebti No 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka.
Lantas, apa saja hal-hal yang harus disiapkan jika ingin mencoba berinvestasi pada mata uang kripto?
Pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Bitocto Milken Jonathan menjelaskan masyarakat harus mencari platform yang memperdagangkan mata uang kripto secara legal dan sudah terdaftar di Bappebti.
Bitocto, kata Milken, adalah salah satu platform yang sudah legal dan terdaftar di Bappebti. "Bisa langsung ke platform. Pada dasarnya crypto exchange platform sudah melakukan semua fungsi bursa, kliring, dan lain-lain," ungkap Milken kepada CNNIndonesia.com, Kamis (7/10).
Senada, CEO Indodax Oscar Darmawan menjelaskan masyarakat harus mencari platform yang memperdagangkan aset kripto untuk mulai berinvestasi. Jika memilih Indodax, masyarakat dapat mengunduh aplikasi di App Store atau Playstore.
"Setelah itu pemula bisa melakukan registrasi dengan mengikuti petunjuk yang sudah tertera di menu registrasi," kata Oscar.
Kemudian, masyarakat akan menerima e-mail untuk melakukan verifikasi. Jika sudah melakukan verifikasi, masyarakat dapat kembali ke laman resmi platform dan masuk menggunakan e-mail serta password yang telah didaftarkan.
"Setelahnya, pemula melakukan otentikasi dua arah," imbuh Oscar.
Jika semua proses sudah dilakukan, maka masyarakat bisa langsung melakukan transaksi.
2. Uang Dingin
Sementara, Milken menjelaskan masyarakat sebaiknya menggunakan 'uang dingin' untuk berinvestasi pada aset kripto. Uang dingin berarti dana yang tidak akan dipakai dalam jangka waktu tertentu.
Hal ini agar arus kas keuangan (cashflow) tak terganggu. Dengan demikian, dana yang diinvestasikan tak harus ditarik dalam jangka pendek.
Selain itu, Milken menyarankan agar masyarakat memulai investasi dengan memilih aset kripto 'blue chip'. Aset yang dimaksud, yakni bitcoin dan ethereum (ETH).
"Mulai investasi aset kripto dengan fokus kepada bitcoin dan ethereum pada tahap awal sebagai pemula," kata Milken.
Menurut Milken, blue chip atau non blue chip dapat dilihat dari nilai kapitalisasi pasar, nilai perdagangan, likuiditas, serta seberapa banyak platform yang memperdagangkan uang kripto tersebut.
"Definisi blue chip dari perspektif saya hanya dua, bitcoin dan ethereum saja, karena dari nomor tiga ke bawah sudah mulai sering naik turun peringkat nilai kapitalisasi pasarnya," jelas Milken.
Beli Ketika Harga Jatuh
Harga kripto semakin menggila. Bagi Anda yang baru belajar investasi, tentu tidak ingin melewatkan momentum ini. (REUTERS/Florence Lo).
4. Banyak Baca dan Ikuti Perkembangan
Selanjutnya, Milken mengatakan masyarakat harus rajin membaca terkait investasi kripto. Hal ini agar masyarakat paham mengenai berbagai istilah di aset kripto, tren pergerakan uang kripto, dan fundamentalnya.
Selain itu, masyarakat yang berinvestasi di instrumen apapun, termasuk uang kripto harus tahu perkembangan di dalam negeri dan global. Pasalnya, hal itu akan mempengaruhi pergerakan uang kripto.
"Harus keep up to date dengan berita," imbuh Milken.
Ia menjelaskan beberapa sentimen fundamental yang mempengaruhi uang kripto adalah situasi ekonomi, regulasi, dan politik. Jadi, masyarakat harus paham dengan dinamika tersebut. "Tetapi, tentu untuk kripto ini ada sentimen dan market cycle-nya sendiri," kata Milken.
Sebagai contoh, berita terkait Presiden El Salvador Nayib Bukele yang melegalkan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negara tersebut telah memberikan sentimen positif untuk uang kripto.
"Misalnya berita positif terkait dengan El Salvador membuat harga naik. Sebaliknya, mining ban di China sempat membuat bitcoin turun. Contoh lain, penguatan dolar AS juga bisa membuat harga bitcoin melemah dan sebaliknya," papar Milken.
Senada, Oscar juga mengingatkan masyarakat untuk mempelajari uang kripto jika ingin mencicipi cuan dari instrumen tersebut.
Ia menjelaskan aset kripto yang bagus adalah yang memiliki likuiditas tinggi. Hal ini ditandai dengan volume perdagangan yang besar, diperdagangkan di banyak platform, dan punya jumlah anggota komunitas banyak.
"Sudah sewajarnya jika aset kripto dengan kriteria bagus seperti demikian harganya pasti akan terus naik dan menguntungkan trader," kata Oscar.
Oscar menyebut jika seseorang memilih berinvestasi dalam jangka pendek, maka aset kripto yang paling menguntungkan adalah jenis aset kripto utilitas, seperti bitcoin.
"Karena pada umumnya mereka (jenis aset kripto utilitas) mempunyai volatilitas harga yang tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan trader untuk melakukan aksi beli dan jual," terang Oscar.
Kemudian, jika mencari aset kripto dengan harga stabil, Oscar menyebut masyarakat bisa memilih tether (USDT). Harga dari uang kripto itu akan bergantung dengan harga emas, perak, dolar AS.
"Aset kripto jenis ini juga menguntungkan trader jika digunakan sebagai alat penyimpan nilai dikarenakan harganya yang cenderung stabil," kata Oscar.
Ketika harga aset kripto sedang meradang, Oscar mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan momentum untuk membeli di harga murah. Pasalnya, hal itu akan memberikan keuntungan besar kepada investor ketika harganya sudah kembali naik.
"Investasi itu kan pada dasarnya adalah membeli sesuatu di harga murah dan menjualnya di saat mahal. Jadi, momen aset melemah bisa menjadi waktu untuk membeli, disimpan, dan dijual saat harga naik," papar Oscar.
Ia mencontohkan bitcoin sempat menembus level tertingginya di angka US$60 ribu per keping. Dengan demikian, masyarakat yang sebelumnya sudah membeli bitcoin di level US$40 ribu-US$50 ribu per keping, lalu menjualnya di harga US$60 ribu per keping, maka akan mendapatkan keuntungan sekitar 20 persen-50 persen.
Sementara, Milken menjelaskan bahwa penurunan dan kenaikan harga kripto merupakan hal yang wajar. Ketika melemah, investor bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan aset dengan harga lebih murah.
Namun, ia menyatakan bitcoin sebagai salah satu uang kripto terus berada dalam tren kenaikan. Hal ini lantaran pasokan bitcoin terbatas di pasar.
Milken berpesan masyarakat sebaiknya jangan menjual ketika harga kripto berada di titik support atau level rendah dan jangan membeli ketika harga berada di area resistance atau level tinggi.