China Janji Kucurkan Rp3,31 T untuk Lindungi Keragaman Hayati

CNN Indonesia | Rabu, 13/10/2021 05:28 WIB
China berjanji akan menyuntikkan pendanaan Rp3,31 triliun untuk melindungi keanekaragaman hayati di negara-negara berkembang pada Selasa (12/10). China berjanji akan menyuntikkan pendanaan Rp3,31 triliun untuk melindungi keanekaragaman hayati di negara-negara berkembang pada Selasa (12/10).(AFP/LUDOVIC MARIN)
Jakarta, CNN Indonesia --

China berjanji akan menyuntikkan pendanaan US$233 juta atau setara Rp3,31 triliun (kurs Rp14.217) untuk melindungi keanekaragaman hayati di negara-negara berkembang pada Selasa (12/10).

Presiden Xi Jinping berjanji pada pertemuan puncak konservasi PBB di Kunming, China Selatan, untuk pertemuan puncak dua bagian pertama tentang perlindungan tanaman, hewan, dan ekosistem.

Sebagai negara pencemar terbesar dunia, China beberapa tahun terakhir berusaha memainkan peran lebih besar secara internasional dalam konservasi keanekaragaman hayati.


"China akan memimpin pembentukan dana keanekaragaman hayati Kunming dengan kontribusi modal sebesar 1,5 miliar yuan (US$233 juta) untuk mendukung tujuan konservasi keanekaragaman hayati di negara-negara berkembang. China meminta semua pihak untuk berkontribusi pada dana tersebut," kata Xi Jinping dikutip dari AFP, Selasa (12/10).

KTT ini bertujuan untuk menyepakati target baru untuk 2030 dan 2050 mendatang. Di sisi lain, terdapat ketidaksepakatan di antara para negara donor utama mengenai inisiatif tersebut.

Proposal utama yang diperdebatkan di konferensi tersebut adalah agenda '30 untuk 30' yang akan mengalokasikan 30 persen status perlindungan daratan dan lautan bumi pada 2030 mendatang.

Laporan PBB pada Mei ini menyatakan diperlukan pengeluaran global sebesar tiga kali lipat dalam dekade ini menjadi sekitar US$350 miliar per tahun pada 2030 dan US$536 miliar pada 2050 untuk memenuhi target melindungi dan memulihkan alam.

Tetapi, beberapa donor negara kaya mengatakan dana baru untuk konservasi tidak diperlukan karena fasilitas lingkungan global PBB telah membantu negara-negara berkembang membiayai proyek-proyek hijau.

Lebih lanjut, masalah pendanaan akan dibahas pada negosiasi di Jenewa pada Januari 2022 dan kemudian pada bagian kedua dari KTT pada April dan Mei tahun depan. Dalam pidatonya, Xi tak ketinggalan mengecam Amerika Serikat dalam pidatonya.

"Kita harus mempraktikkan multilateralisme sejati dan mematuhi aturan internasional yang tidak untuk dieksploitasi atau dibuang sesuka hati," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK