China Minta Bos Evergrande Bayar Utang dari Uang Pribadi

Christine Novita Nababan | CNN Indonesia
Rabu, 27 Oct 2021 12:32 WIB
Pemerintah China meminta pendiri Evergrande Xu Jiayin menggunakan kekayaannya untuk membayar utang perusahaan yang tercatat lebih dari US$300 miliar. Pemerintah China meminta pendiri Evergrande Xu Jiayin menggunakan kekayaannya untuk membayar utang perusahaan yang tercatat lebih dari US$300 miliar. (AFP/Hector Retamal).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah China meminta pendiri Evergrande Group, yaitu Xu Jiayin, untuk menggunakan uang pribadinya guna meringankan krisis utang perusahaannya. Evergrande didera gagal bayar surat utang atau obligasi dan kewajiban lainnya hingga lebih dari US$300 miliar.

Diketahui, Xu Jiayin pernah tercatat menjadi orang terkaya di China sebelum perusahaan properti besutannya terhantam krisis utang. Kekayaannya beberapa tahun lalu itu mencapai US$40 miliar.

Sebetulnya, di luar dugaan, Evergrande sempat memenuhi kewajiban membayar bunga obligasi bagi investor di luar negeri tepat sebelum batas waktunya pada akhir pekan kemarin.


Evergrande juga melaporkan melanjutkan pekerjaan pembangunan pada lebih dari 10 proyek yang sempat terhenti.

Persoalannya, krisis utang Evergrande ikut mengguncang pasar real estate China hingga pemerintah setempat mengantisipasi penularan 'sakit ekonomi' ke sektor lainnya.

Karenanya, mengutip AFP, Rabu (27/10), Pemerintah China kembali menegaskan Xu Jiayin atau yang juga dikenal dengan nama Hui Ka Yan, supaya merogoh kocek pribadinya untuk membantu melunasi utang perusahaan.

Dorongan itu datang setelah Evergrande berkali-kali melewatkan pembayaran bunga obligasi dan kewajiban lainnya.

Pun begitu, banyak kalangan pesimis Xu Jiayin akan mengorbankan harta pribadinya untuk Evergrande, mengingat kekayaan pribadinya saja tak lebih dari US$8 miliar. Sementara itu, tumpukan utang Evergrande lebih dari US$300 miliar.

Sumber yang dikutip Bloomberg, dilansir AFP, menyebut pemerintah daerah di seluruh China ikut memantau rekening bank pengembang properti, tak hanya Evergrande, untuk memastikan bahwa uang tunai perusahaan digunakan untuk menyelesaikan proyek perumahan yang dibangun. Bukan untuk membayar utang kepada kreditur.

Sektor real estate menjadi pusat perhatian setelah Evergrande terlilit utang dan mengalami gagal bayar. Mereka yang terseret, antara lain Sinic, Fantasia, termasuk Modern Land, yang juga gagal melakukan pembayaran utang.

Fitch, lembaga pemeringkat, bahkan menurunkan peringkat utang Modern Land setelah perusahaan gagal melakukan pembayaran utang US$250 juta yang jatuh tempo pada pekan ini.

[Gambas:Video CNN]



(bir/bir)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER